Minggu Pertama Ops Keselamatan Mahakam 2026, Polda Kaltim Catat Penurunan Kecelakaan Lalu Lintas

Ops Keselamatan Mahakam 2026
Petugas Polda Kaltim melaksanakan pengaturan dan edukasi lalu lintas dalam rangka Operasi Keselamatan Mahakam 2026 untuk mewujudkan kamseltibcarlantas di Kalimantan Timur.

Gerbangkaltim.com, Balikpapan — Pelaksanaan Operasi Keselamatan Mahakam 2026 di wilayah hukum Polda Kalimantan Timur menunjukkan hasil yang menggembirakan. Memasuki pekan pertama operasi yang berlangsung sejak 2 hingga 8 Februari 2026, jajaran Polda Kaltim bersama seluruh Polres mencatat tren positif dalam upaya menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas).

Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi pelaksanaan operasi pada hari pertama hingga hari ketujuh, angka kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pada Operasi Keselamatan Mahakam 2025 tercatat sembilan kejadian kecelakaan, sementara pada tahun 2026 turun menjadi delapan kejadian atau mengalami penurunan sekitar 11 persen.

Selain jumlah kejadian, penurunan juga tercatat pada jumlah korban kecelakaan, baik korban meninggal dunia, luka berat, maupun luka ringan. Meski demikian, Polda Kaltim mencatat masih terdapat beberapa wilayah Polres jajaran yang mengalami kasus kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, masing-masing satuan wilayah diharapkan terus melakukan pemetaan kerawanan dan meningkatkan langkah pencegahan sesuai karakteristik wilayahnya.

Di sisi lain, kegiatan preemtif selama pelaksanaan operasi menunjukkan peningkatan signifikan. Polda Kaltim dan Polres jajaran gencar melaksanakan penyuluhan serta edukasi keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat. Tercatat sebanyak 2.666 kegiatan penyuluhan telah dilaksanakan, meningkat sekitar 63 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kegiatan preventif juga mengalami peningkatan. Pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli lalu lintas (turjawali) tercatat naik sebanyak 1.733 kegiatan atau sekitar 17 persen. Peningkatan ini menjadi salah satu faktor pendukung terciptanya situasi lalu lintas yang lebih tertib dan aman.

Sementara itu, pada aspek penegakan hukum, jumlah penindakan berupa tilang mengalami penurunan sebesar 23 persen, disusul penurunan teguran sebesar 28 persen. Kondisi tersebut dinilai sebagai indikator meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan berlalu lintas. Meski demikian, penegakan hukum tetap dilaksanakan secara humanis dan terukur untuk menjaga disiplin pengguna jalan.

Dengan capaian positif pada minggu pertama, Polda Kaltim berharap seluruh jajaran terus menjaga konsistensi pelaksanaan kegiatan preemtif, preventif, dan penegakan hukum hingga berakhirnya Operasi Keselamatan Mahakam 2026 pada 15 Februari mendatang, guna mewujudkan budaya tertib berlalu lintas di Kalimantan Timur.


Sumber: Humas Polda Kalimantan Timur

Tinggalkan Komentar