Mitra Binaan Pertamina Sosialisasi Aksi Peduli Lingkunga

image_pdfimage_print

Balikpapan,Gerbangkaltim.com – Konsistensi merupakan hal yang penting untuk memastikan program dapat berjalan dengan baik. Terkait dengan hal tersebut, Kader mitra binaan Pertamina RU Balikpapan yaitu Kelompok Pemelihara dan Pemanfaat (KPP) Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) kembali mengadakan sosialisasi aksi peduli lingkungan. Kali ini dilaksanakan di RT 10 Kelurahan Margasari. (Sabtu, 22/05).

Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina RU Balikpapan Ely Chandra Peranginangin mengatakan bahwa program ini merupakan salah satu program kerja bersama yang telah disepakati Pertamina dengan Mitra Binaan. “KPP TPST merupakan salah satu kelompok penerima manfaat program CSR Pertamina RU Balikpapan. Program telah dilaksanakan sejak sekitar tahun 2018. Dengan kemampuan yang dimiliki Kader, sudah saatnya para Kader ini mulai menularkan pengetahuan dan keterampilannya kepada masyarakat luas.” kata Chandra.

Chandra menjelaskan bahwa program kerja yang dilakasanakan Kader tersebut disebut diberi nama dengan Praktek Kerja Lapangan Kader Lingkungan Rukun Tetangga (RT) Se-Kelurahan Margasari. “Program yang hari ini dilaksanakan merupakan kegiatan kali ke 4. Nantinya, total rencana program Praktek Kerja ini sebanyak 17 kali. Jadi program Praktek ini masih panjang.” kata Chandra.

Program Praktek Kerja diikuti oleh warga RT 10 Kelurahan Margasari yang berjumlah 17 orang. Adapun materi yang disampaikan meliputi pengumpulan dan pemanfaatan jelantah sebagai lilin, pembuatan pupuk kompos, pembuatan pupuk cair serta pelatihan pembuatan hidroponik.

Selain memberikan pengetahuan kepada warga masyarakat, program praktek kerja ini menurut Chandra akan meningkatkan rasa percaya diri pada kader. “Sudah saatnya para kader tampil dengan percaya diri, karena mereka memang memiliki kemampuan untuk melaksanakan kegiatan tersebut.” kata Chandra.

Chandra pun menyampaikan harapannya agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam oleh masyarakat yang mengikuti pelatihan. “Pada awalnya tidak tahu, megikuti pelatihan menjadi mengerti, lalu timbul ketertarikan dan mulai melaksanakannya. Inilah harapan kami kepada masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut. Dan siapa tahu justru dari masyarakat peserta ini akan lahir kader-kader lainnya.” tutup Chandra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *