Nelayan Lansia Dilaporkan Hilang di Sungai Sabut Sepaku, Tim SAR Perluas Pencarian hingga Dua Mil

nelayan
Tim SAR gabungan bersama warga setempat melakukan penyisiran Sungai Sabut, Kecamatan Sepaku, dalam upaya pencarian nelayan lansia yang dilaporkan hilang.

Gerbangkaltim.com, Sepaku – Seorang nelayan lanjut usia dilaporkan hilang saat melakukan aktivitas mencari ikan di Sungai Sabut, Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur. Korban diketahui bernama Alben (63), warga RT 06 Kelurahan Pantai Lango, Kecamatan Penajam.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa malam, 3 Februari 2026, sekitar pukul 22.00 WITA. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PPU, Muhammad Sukadi Kuncoro, membenarkan adanya laporan orang hilang yang diterima pihaknya pada Rabu pagi, 4 Februari 2026, sekitar pukul 09.14 WITA.

Menurut keterangan BPBD, korban berangkat seorang diri menggunakan perahu untuk mencari ikan, sebagaimana rutinitas yang biasa dilakukannya. Biasanya, Alben kembali ke darat pada dini hari sekitar pukul 02.00 hingga 03.00 WITA. Namun hingga pagi hari, korban tidak kunjung pulang, sehingga menimbulkan kekhawatiran keluarga.

“Karena korban tidak kembali hingga pagi, keluarga bersama warga setempat melakukan pencarian awal di sekitar lokasi korban biasa mencari ikan,” ujar Sukadi. Dalam upaya pencarian tersebut, warga menemukan perahu milik korban dalam kondisi kosong dan terombang-ambing di sungai.

Setelah menemukan perahu tanpa awak, pihak keluarga segera melaporkan kejadian tersebut kepada BPBD PPU. Menindaklanjuti laporan itu, BPBD langsung bergerak ke lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan sejumlah unsur terkait untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan (SAR).

Operasi SAR melibatkan tim gabungan dari BPBD PPU, Basarnas Balikpapan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan dari beberapa pos, serta dukungan masyarakat setempat. Sedikitnya 12 unit perahu milik warga turut dikerahkan untuk membantu penyisiran.

Tim SAR melakukan pencarian di sekitar titik awal korban diduga hilang dan memperluas area penyisiran hingga radius dua mil dari lokasi kejadian. Dalam proses pencarian, petugas menemukan sebuah senter kepala serta dua bagian organ dalam yang diduga berkaitan dengan korban. Temuan tersebut kini masih dalam tahap pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Hingga Kamis pagi, 5 Februari 2026, operasi pencarian masih terus dilanjutkan sejak pukul 07.00 WITA dengan memperluas area penyisiran, mengingat kondisi arus sungai yang cukup dinamis.

Sumber: BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara

Tinggalkan Komentar