Operasi Damai Cartenz Kawal Aksi Mahasiswa Yahukimo, Jamin Demokrasi Berjalan Aman dan Bermartabat

Operasi Damai Cartenz 2026
Personel Operasi Damai Cartenz bersama Polres Yahukimo dan Brimob BKO Polda Papua melakukan pengamanan humanis saat aksi unjuk rasa Front Mahasiswa Yahukimo Se-Indonesia di Kantor DPRD Kabupaten Yahukimo, Dekai.

Gerbangkaltim.com, Dekai — Operasi Damai Cartenz 2026 kembali menunjukkan perannya dalam menjaga stabilitas keamanan dan kedamaian di Papua, khususnya di Kabupaten Yahukimo. Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kehadiran aparat keamanan bertujuan memastikan setiap proses demokrasi berlangsung secara aman, tertib, serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

Menurut Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, penyampaian aspirasi di muka umum merupakan hak konstitusional setiap warga negara yang harus dihormati. Namun demikian, negara juga memiliki kewajiban untuk menjaga agar pelaksanaan hak tersebut tidak menimbulkan konflik maupun gangguan keamanan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, Operasi Damai Cartenz hadir sebagai penjamin ruang demokrasi yang aman dan kondusif di Papua.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengamanan aksi unjuk rasa yang digelar Front Mahasiswa Yahukimo Se-Indonesia di Kantor DPRD Kabupaten Yahukimo, Rabu (21/1/2026). Pengamanan melibatkan personel Satgas Operasi Damai Cartenz, Polres Yahukimo, serta Brimob BKO Polda Papua, baik secara terbuka maupun tertutup.

Sebelum menuju Kantor DPRD, sekitar 500 massa aksi terlebih dahulu berkumpul di kawasan Jam Kota Dekai. Massa kemudian bergerak secara tertib dengan berjalan kaki menyusuri sejumlah ruas jalan utama, didukung satu unit kendaraan roda empat dan puluhan kendaraan roda dua. Setibanya di lokasi aksi, peserta menyampaikan aspirasi melalui orasi, pembacaan pernyataan sikap, serta penyerahan dokumen resmi kepada DPRD Yahukimo.

Aspirasi yang disampaikan mencakup penolakan terhadap militerisme, pembangunan pos militer, investasi tertentu, proyek strategis nasional, serta rencana pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) di wilayah Yahukimo. Sejumlah elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa, tokoh adat, pelajar, hingga mama-mama Yahukimo, turut menyuarakan pandangan mereka terkait situasi sosial dan keamanan daerah.

Pada pukul 13.15 WIT, DPRD Kabupaten Yahukimo secara resmi menerima pernyataan sikap tersebut. Wakil Ketua I DPRD Yahukimo, Minggituk Kobak, S.Si., menyatakan bahwa seluruh aspirasi akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku dan diteruskan kepada pemerintah pusat.

Kapolres Yahukimo AKBP Zet Saalino, S.H., M.H., menegaskan bahwa Polri menghormati kebebasan berpendapat selama dilakukan secara damai dan sesuai aturan hukum. Ia juga mengapresiasi sikap tertib para peserta aksi sehingga kegiatan berlangsung aman hingga selesai.

Secara keseluruhan, rangkaian aksi unjuk rasa berjalan lancar tanpa gangguan kamtibmas. Hal ini menjadi cerminan sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga Yahukimo tetap aman dan damai melalui Operasi Damai Cartenz 2026.

Sumber: Humas Operasi Damai Cartenz 2026

Tinggalkan Komentar