Otban Wilayah VII Catat Kenaikan Pergerakan Pesawat Selama Nataru di 7 Bandara Kalimantan

otban
Kepala Otban Wilayah VII Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Ferdinan Nurdin

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah VII mencatat adanya peningkatan pergerakan pesawat dan penumpang di 7 bandara utama di wilayah Kalimantan selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Kenaikan tersebut terjadi meski salah satu bandara utama, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, mengalami penurunan trafik.

Kepala Otban Wilayah VII Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Ferdinan Nurdin mengatakan, secara regional kinerja penerbangan justru menunjukkan tren positif.

“Kalau dari sisi Bandara SAMS memang tadi sudah disampaikan Pak GM ada penurunan. Tetapi kalau kami melihat dari sisi regional Wilayah VII, justru terjadi kenaikan,” kata Ferdinan , Senin (5/1/2026).

Otban Wilayah VII membawahi 3 provinsi dengan total 28 bandara, termasuk tujuh bandara tersibuk yang menjadi fokus pengawasan, yakni Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Samarinda, Berau, Tarakan, dan beberapa bandara lainnya yang dikelola oleh Angkasa Pura, Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU), serta pihak swasta.

“Kebetulan dari 7 bandara ini yang paling padat. Dari data yang kami kompilasi sejak 2010 sampai sekarang, terjadi kenaikan pergerakan pesawat sekitar 4 sampai 5 persen, dan peningkatan penumpang mencapai 6,47 persen,” ujar Ferdinan.

Ia menyebutkan, Bandara SAMS Sepinggan masih menjadi kontributor utama pergerakan penerbangan di wilayah hukum Otban VII, meskipun secara persentase terjadi penurunan dibanding periode sebelumnya.

Selain itu, Otban Wilayah VII juga memastikan aspek keselamatan penerbangan selama periode Nataru berjalan dengan baik. Ferdinan menyampaikan bahwa pihaknya melakukan pengawasan intensif terhadap armada pesawat yang beroperasi.

“Untuk tujuh bandara yang berada di bawah pengawasan kami, ada sekitar 130 pesawat yang kami lakukan pengecekan. Secara nasional jumlahnya sekitar 600 pesawat, dan 136 di antaranya berada di wilayah kami,” jelasnya.

Menurut Ferdinan, seluruh pesawat yang beroperasi selama masa Nataru dinyatakan laik terbang dan tidak ditemukan kendala signifikan yang berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan.

“Alhamdulillah selama perjalanan Nataru ini tidak ada kejadian-kejadian yang sangat signifikan, baik dari sisi maskapai maupun operasional bandara,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Ferdinan juga menyampaikan apresiasi kepada insan pers serta para pemangku kepentingan bandara atas kolaborasi yang terjalin selama masa angkutan Nataru.

“Saya ucapkan terima kasih kepada rekan-rekan pers dan media atas support dan pemberitaan yang positif. Terima kasih kepada GM Bandara dan GM AirNav. Kolaborasi kita semakin erat dan semakin sinergi,” ucap Ferdinan.

Ia menambahkan, Otban Wilayah VII menerjunkan 5 kelompok inspektur yang terdiri dari bidang navigasi penerbangan, kelayakan udara, maskapai, keamanan, serta pelayanan bandar udara. Seluruh inspektur tersebut melakukan pemantauan harian di seluruh bandara selama periode Nataru.

“Monitoring kami lakukan setiap hari, bukan hanya di Bandara SAMS, tetapi juga di tujuh bandara lainnya,” pungkas Ferdinan.

Tinggalkan Komentar