Otorita IKN Paparkan Strategi Pembangunan Nusantara di Kuliah Tamu ITB, Soroti Pentingnya Perencanaan Terukur

IKN
Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen Kebijakan dan Strategi Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga, sampaikan pesan bertajuk “Perencanaan dan Pelaksanaan Pembangunan IKN” saat menjadi narasumber dalam Kuliah Tamu Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) Institut Teknologi Bandung (ITB) secara daring, pada Jumat (08/05/2026).

Gerbangkaltim.com, Nusantara – Proses pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) memerlukan perencanaan matang, terukur, dan pengawasan yang konsisten agar seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai target. Hal tersebut disampaikan Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen Kebijakan dan Strategi Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga, dalam kuliah tamu Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) Institut Teknologi Bandung (ITB), Jumat (8/5/2026).

Kuliah umum bertajuk “Perencanaan dan Pelaksanaan Pembangunan IKN” itu diikuti lebih dari 200 peserta dari kalangan akademisi, mahasiswa, hingga praktisi teknik sipil dan infrastruktur. Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom tersebut menjadi forum diskusi untuk membahas berbagai aspek pembangunan IKN, mulai dari perencanaan kawasan, regulasi, hingga pelaksanaan proyek infrastruktur berskala nasional.

Dalam pemaparannya, Danis menjelaskan bahwa pembangunan IKN bukan sekadar proyek pemindahan pusat pemerintahan, melainkan bagian dari strategi besar pemerataan pembangunan nasional. Ia menuturkan bahwa gagasan pemindahan ibu kota sebenarnya telah muncul sejak era Presiden Soekarno dan terus berkembang dalam berbagai periode pemerintahan.

Menurutnya, pembangunan IKN bertujuan mengurangi beban Jakarta sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi, sekaligus menciptakan pusat pertumbuhan baru di wilayah Indonesia bagian timur.

“Kami ingin memberikan pemahaman yang utuh mengenai bagaimana proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan IKN dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan,” ujar Danis dalam paparannya.

Ia menjelaskan bahwa perencanaan pembangunan IKN disusun secara bertingkat dan berbasis regulasi yang jelas, mulai dari rencana induk, peraturan presiden, Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), hingga pengembangan kawasan prioritas.

Selain itu, pembangunan IKN juga mengacu pada delapan prinsip pembangunan utama serta 24 indikator kinerja utama atau Key Performance Indicators (KPI). Beberapa di antaranya meliputi penerapan konsep bangunan hijau, penggunaan teknologi bangunan cerdas, integrasi sistem infrastruktur modern, serta pelibatan masyarakat dalam proses pembangunan.

Pada tahap implementasi, Danis mengungkapkan bahwa pembangunan awal IKN memiliki tingkat kompleksitas tinggi karena melibatkan sedikitnya 115 paket konstruksi di kawasan inti pusat pemerintahan. Selain pembangunan kawasan inti, proyek pendukung lain seperti jalan tol, bendungan, jaringan air bersih, energi, telekomunikasi, hingga infrastruktur konektivitas turut dikerjakan secara paralel.

Ia menambahkan, pembangunan tahap awal dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), kemudian dilanjutkan bersama Otorita IKN dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk kementerian, perguruan tinggi, sektor swasta nasional maupun internasional, hingga masyarakat.

Kuliah tamu tersebut juga membahas berbagai tantangan pembangunan IKN, seperti pembiayaan, pengelolaan lahan, pengembangan sumber daya manusia, serta konektivitas kawasan.

Menutup sesi diskusi, Danis berpesan kepada generasi muda agar tidak hanya mengandalkan kemampuan akademik, tetapi juga memperkuat pengalaman, integritas, dan jejaring profesional untuk menghadapi tantangan pembangunan nasional di masa depan.

Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara

Tinggalkan Komentar