Pasca Lebaran, ISPA, Hipertensi dan Diabetes Tertinggi Serang Warga

Balikpapan,Gerbangkaltim.com – Dinas Kesehatan Kota Balikpapan mencatat ada tiga kasus penyakit yang meningkat pasca Lebaran 1443 Hijriah, kasus tersebut yakni ISPA, hipetensi dan diabetes. Penyakit ini muncul akibat perubahan pola makan yang terjadi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Andi Sri Julirty mengatakan, selama ramadan dan libur idul fitri ini ada beberapa penyakit yang memang cukup meningkat terjadi di Kota Balikpapan.

“Banyak kasus meningkat seperti infeksi saluran pencernaan atas (ISPA), hipertensi, diabetesmelitus yang tidak terkendali akibat adanya pola makan yang berubah selama Ramadan dan idulfitri,” ujar, Sabtu (7/5/2022).

Dio biasa Andi Sri Juliarty disapa menambahkan, kalau dalam presentasenya belum ada datanya, namun untuk terbanyak itu ada pada kasus ISPA yang mencapai 156 kasus, hipertensi 130 kasus dan diabetesmelitus capai 40 kasus.

Dio menjelaskan, ISPA bisa disebabkan oleh virus maupun bakteri. Pihak DKK tidak menyatakan kalau ISPA ini terjadi lantaran kabut asap, karena penyebab ISPA bisa sangat banyak, termasuk juga polutan.

“Tidak mesti karena asap, kan tidak bisa dibuktikan,” ungkapnya.

Namun, terkait keadaan yang sekarang, menurutnya seluruh puskesmas bersiaga. Dokter maupun perawat juga harus selalu berada di tempat, namun stok obat terkait ISPA dan dampak alergi lainnya juga sudah disiapkan.

Dia menegaskan, hal itu harus menjadi kewaspadaan bagi dokter- dokter pemeriksa. Agar bisa membedakan antara ISPA akibat perubahan cuaca, dan mana yang Covid-19.
“Mereka harus bisa membedakan, sehingga dapat memberikan penanganan yang tepat,” paparnya.

Perlu diketahui, Infeksi saluran pernapasan akut dapat menular melalui beberapa cara. Seseorang yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut dapat menularkan virus atau bakteri melalui droplet saat mereka batuk atau bersin, yang kemudian terhirup oleh orang lain.

Selain itu, penularan juga dapat terjadi melalui kontak tidak langsung. Misalnya, seseorang yang mengalami infeksi menyentuh hidung atau mata sebelum memegang suatu obyek atau permukaan sebuah benda, virus bisa tertularkan ke orang lain yang menyentuh obyek atau permukaan benda tersebut setelahnya.

“Gejala infeksi saluran pernapasan akut umumnya pilek, sakit tenggorokan, batuk, pegal-pegal, Sakit kepala, bersin bersin, demam ringan hingga penurunan nafsu makan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: