Polda
Kapolda Kaltim Irjen Pol Drs. Imam Sugianto, M.Si., memimpin langsung kegiatan bakti bagi-bagi sembako kepada warga nelayan yang ada di sekitaran Perairan Balikpapan yang di dampingi oleh dua Pejabat Utama (PJU) Polda Kaltim, Senin (12/9/2022).

Peduli Dampak Kenaikan BBM, Polda Kaltim Ratusan Paket Bantuan Ke Nelayan

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mengalami kenaikan menyebabkan kesulitan ekonomi nelayan di Pesisir Pantai Penajam Paser Utara ((PPU), Kaltim. Untuk itulah Polda Kaltim memberikan bantuan kepada ratusan nelayan tersebut.

Kapolda Kaltim Irjen Pol Drs. Imam Sugianto, M.Si., memimpin langsung kegiatan bakti bagi-bagi sembako kepada warga nelayan yang ada di sekitaran Perairan Balikpapan yang di dampingi oleh dua Pejabat Utama (PJU) Polda Kaltim, Senin (12/9/2022).

Dua PJU Polda Kaltim yang turut serta dalam pembagian sembako di Perairan Balikpapan itu yakni, Dir Polairud Polda Kaltim Kombes Pol Donny Adityawarman, S.I.K., M.Si., CHRMP, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T.

Pemberian bantuan sembako ini langsung diberikan kepada warga nelayan ditengah laut menggunakan perahu. Hal itu dilakukan agar, bantuan tersebut tepat sasaran.

“Pembagian sembako kepada warga ini dalam rangka membantu dimasa sulit seperti sekarang ini, harga BBM yang lagi naik,” ujarnya.

Polda Kaltim, Kata Imam, pemberian bantuan kepada nelayan warga Penajam Paser Utara (PPU) ini diberikan kepada sebanyak 250 orang nelayan. Sedangkan paket sembako secara keseluruhan yang dibagikan Polda Kaltim dan jajaran kewilayahan ada total sebanyak 3.844 paket di 16 titik lokasi.

“iya pembagian sembako ini ada kaitannya dengan harga BBM yang lagi naik, kita ingin berbagi dengan mereka untuk sekedar membantu mereka,” paparnya.

Tidak hanya pemberian bansos, pada kesempatan tersebut Kapolda Kaltim yang di dampingi Kabid Humas dan Dir Polairud juga mengajak berdialog beberapa nelayan tentang keluhan maupun permasalahan yang dihadapi khususnya pasca kenaikan harga BBM.

“Dengan berkomunikasi langsung kita jadi tahu permasalahan riil yang dihadapi dilapangan sehingga dapat di lakukan langkah yang tepat guna mengantisipasinya,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.