Pemkot
Atlet Pelari Putera Nasional asal Jawa Barat Agus Prayogo berhasil meraih menjadi juara setelah finis pertama dalam lomba lari Balikpapan Open 10K dari kategori elit. Minggu (4/9/2022).

Pelari Nasional Agus Prayogo dan Odekta Naibaho Juara Lomba Lari Balikpapan Open 10K

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Atlet Pelari Putera Nasional asal Jawa Barat Agus Prayogo dan Atlet Pelari Puteri Nasional asal DKI Odekta Naibaho berhasil meraih menjadi juara setelah finish pertama dalam lomba lari Balikpapan Open 10K dari kategori elit.

Agus Prayogo berhasil menyelesaikan lomba dengan waktu tercepat 31 menit 39 detik. kategori elite putri menjadi milik atlet asal DKI Jakarta yakni Odekta Naibaho dengan catatan waktu 35,33 detik.

Atlet Pelari Putera Nasional asal Jawa Barat Agus Prayogo mengatakan, sangat senang sekali dapat mengikuti lomba lari Balikpapan Open 10K, dimana ia terakhir menginjakan kaki di Balikpapan dengan lomba yang sama lima tahun yang lalu.

“Ini rute klasik, jalur steril, flat,dan cuaca pagi ini bersahabat. Walaupun kemarin diprediksi akan hujan, ternyata cuaca bersahabat. Sepanjangan rute antusias masyarakat juga luar biasa,” ungkapnya.

Agus Prayogo menambahkan, sebenarnya secara pribadi dalam waktu dekat ini, ia akan mengikuti event internasional diakhir tahun, sehingga event Balikpapan Open 10K ini dijadikannya sebagai ajang pemanasan sebelum mengikuti event internasional tersebut

“Event ini menjadi event antara untuk selanjutnya mengikuti event internasional di akhir tahun nanti,” ucapnya.

Diakuinya, dalam lomba lari Balikpapan Open 10K ini ada beberapa pesaing yang cukup berat diantaranya dari sesama atlet lari yakni sejumlah pelari junior.

“Tadi pesaingnya ada para junior-junior seperti Syamsudin Masa dari Sulsel dan ada Wilmar Pasaribu pelari dari Sumatera Utara,” jelasnya.

Prayoga juga menegaskan, akuinya catatan waktu yang ditempuhnya tadi dalam menyelesaikan lomba yakni 31 menit 39 detik bukan catatan waktu terbaiknya.

“Catatan waktu terbaik saya adalah rekor nasional 29 menit 25 detik,” ungkapnya.

Diakuinya, dengan iklim Indonesia yang dengan kelembaban yang cukup tinggi ini, beda dengan eropa yang kelembabannya sangat rendah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *