Pelatihan Kerajinan Batok Kelapa di Lapas Banjarmasin, Bekal Warga Binaan Bangun Usaha Usai Bebas
Banjarmasin, Gerbangkaltim.com– Lapas Kelas IIA Banjarmasin kembali memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui pelatihan pembuatan kerajinan berbahan dasar batok kelapa. Kegiatan yang berlangsung di Workshop Kegiatan Kerja Lapas tersebut diikuti 30 warga binaan dan digelar selama tiga hari, mulai 11 hingga 13 Juni 2026.
Pelatihan ini merupakan bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pelita Warna yang disalurkan oleh PT Pelindo Sub Regional Kalimantan. Para peserta mendapatkan pembekalan teori sekaligus praktik mengolah limbah batok kelapa menjadi berbagai produk kerajinan yang memiliki nilai jual.
Dua instruktur, Bambang Wijanarko dan Husni, memberikan pelatihan mulai dari pemilihan bahan baku, teknik pembentukan, proses penghalusan, hingga tahap penyelesaian produk agar siap dipasarkan.
Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek kepribadian, tetapi juga penguatan keterampilan kerja warga binaan.
“Pembinaan kemandirian menjadi salah satu fokus kami dalam mempersiapkan warga binaan kembali ke tengah masyarakat. Melalui pelatihan ini, mereka memperoleh keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi usaha produktif sehingga memiliki peluang untuk mandiri secara ekonomi setelah menyelesaikan masa pidananya,” kata Herriansyah, Kamis (11/6/2026).
Menurut dia, kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha, menjadi faktor penting dalam memperluas akses pelatihan dan peningkatan kompetensi bagi warga binaan.
“Kolaborasi dengan mitra seperti PT Pelindo memberikan manfaat nyata. Selain menambah keterampilan teknis, kegiatan ini juga membangun kepercayaan diri serta semangat berwirausaha bagi warga binaan agar siap beradaptasi ketika kembali ke lingkungan sosial,” ujarnya.
Sementara itu, Kasubsi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja Lapas Banjarmasin, Obi Noverianda, menjelaskan, kerajinan batok kelapa dipilih karena memiliki potensi ekonomi yang cukup baik serta memanfaatkan bahan yang mudah diperoleh.
Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan mampu menghasilkan produk kreatif seperti peralatan rumah tangga, aksesori, maupun cendera mata yang memiliki nilai tambah.
Antusiasme peserta terlihat selama pelatihan berlangsung. Salah seorang warga binaan berinisial JK mengaku mendapatkan pengalaman baru yang bermanfaat untuk masa depannya.
“Ini menjadi kesempatan berharga bagi kami untuk belajar keterampilan yang sebelumnya belum pernah kami kuasai. Saya berharap kemampuan ini bisa menjadi modal untuk membuka usaha sendiri setelah bebas nanti,” tuturnya.
Program pelatihan tersebut menjadi bagian dari komitmen Lapas Banjarmasin dalam menghadirkan pembinaan yang produktif dan berkelanjutan. Melalui penguatan keterampilan kerja, warga binaan diharapkan memiliki bekal yang cukup untuk membangun kehidupan yang lebih baik dan mandiri setelah kembali ke masyarakat.
BACA JUGA
