Pemkot Bakal Tidak Mencairkan Anggaran Kontraktor DAS Ampal

image_pdfimage_print

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Pemkot Balikpapan mengambil tindakan tegas dengan tidak akan mencairkan anggaran pekerjaan proyek normalisasi DAS Ampal ini hingga komitmen kontraktor pelaksana bisa diwujudkan.

Hal ini dilakukan karena progress pembangunan yang seharusnya sudah mencapai
32 persen pada akhir tahun 2022 ini. Namun hingga pertengahan November 2022 lalu progres baru mencapai 1 persen.

Plt Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Balikpapan Pujiono mengatakan, terkait pencairan anggaran pekerjaan proyek normalisasi DAS Ampal, kontraktor pelaksana telah menerima dana sebesar Rp 17 miliar. Dana tersebut diketahui merupakan uang muka atau down payment (DP) sekira 15 persen dari pekerjaan total yang mencapai Rp 136 miliar.

“Jadi, memang di dalam kontrak itu total sebesar Rp 136 miliar. Dan dana yang ada (dicairkan) tahun 2022 ini mencapai Rp 17 miliar. Dalam kontrak itu kan ada uang muka sebesar 15 persen atau sebesar Rp 17 miliar tersebut sudah cair,” ujarnya, Minggu (27/11/2022).

Kondisi fisik pekerjaan di lapangan, katanya, saat ini baru mencapai 1 persen hingga update progres terakhir beberapa waktu lalu, yang mana seharusnya pada pekan ini bisa mencapai 12 persen. Sedangkan kumulatif realisasi proyek ini yang baru mencapai 1,02 persen menyebabkan deviasi mencapai 11 persen.

Sehingga dalam pelaksanaannya di lapangan dalam hal ini kontraktor pelaksana, sambungnya, yakni PT Fahreza Duta Perkasa tidak memenuhi rencana yang sudah ditetapkan sebelumnya.

“Janjinya kan 30 persen, kalau realisasinya benar 30 persen dari target 32 persen itu. Maka deviasinya hanya 2 persen, sehingga secara fisik toleransinya tidak masalah,” ungkapnya.

Pujiono menambahkan, jika memang hingga akhir tahun ini pihak kontraktor pelaksana hanya mencapai progres 20 persen, maka pihaknya dianggap tidak dapat memenuhi kewajiban. Dimana sesuai dengan kontrak, pelaksanaan proyek ini tercatat selesai pada akhir tahun 2023.

“Jadi, kalau mau mencairkan lagi maka progresnya harus di atas uang muka. Hanya selisihnya saja nanti yang dibayar,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *