Pemkot
Pemkot Balikpapan menggelar Focus Group Disscussion (FGD) dengan melibatkan OPD dan Instansi terkait dengan tema Review Masterplan Smart City Balikpapan Kalimantan Timur. Rabu (28/12/2022).

Pemkot Balikpapan Gelar FGD Review Masterplan Smart City

image_pdfimage_print

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Pemkot Balikpapan menggelar Focus Group Disscussion (FGD) dengan melibatkan OPD dan Instansi terkait dengan tema Review Masterplan Smart City Balikpapan Kalimantan Timur.

Kegiatan yang berlangsung  di Aula Balai Kota Balikpapan dibuka oleh Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Doortje Marpaung yang mewakili Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud. Hadir juga dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Balikpapan Adamin Siregar, seluruh Tim FGD Smart City, serta para pejabat di lingkungan Pemkot Balikpapan.

Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan,  Doortje Marpaung mengatakan,  diperlukan adanya strategi dan pendekatan yang komprehensif, efektif dan efisien dalam membangun Kota Balikpapan sebagai Smart City.

Doortje menambahkan, pembangunan berbasis Smart City ini menjadi solusi inovatif, dalam mewujudkan kota yang berdaya selanjutnya.
Serta, tidak sekedar mengedepankan efisiensi dalam rupa Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK).

“Melainkan membangun masyarakat, dengan menjadikan infrastruktur dan sarana TIK sebagai faktor pendukung,” ucapnya. Rabu (28/12/2022).

Selain itu, katanya,  FGD Masterplan dapat menjadi unsur penyusun rencana strategis pembangunan kota yang cerdas. Dengan berbasis smart city, kata Doortje, hal ini berdasarkan dari kriteria Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Diantaranya smart governance, smart branding, smart environment, smart society, smart living, smart economy yang mampu memenuhi kesenjangan dalam existing lingkungan smart city di kota Balikpapan.
Menjadi keselarasan antara pembangunan pembaharuan dengan dimensi, terhadap Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) di kota Balikpapan, yang saat ini visi misi tujuan strategi khususnya pada dukungan pencapaian indikator pada program prioritas.

Adapun pernyataan tersebut, Doortje menuturkan masalah smart city Pemkot Balikpapan 2022-2026 perlu disesuaikan kembali.

Pemkot Balikpapan, lanjut Doortje, berharap kedepannya Masterplan Smart City ini dapat mengedepankan tata Kepemerintahan yang berlaku keterbukaan.

“Dengan melibatkan masyarakat dan penggunaan teknologi untuk Pemerintahan, sebab Smart City ini sangat dibutuhkan bagi pelaku kreatif yang mungkin arahnya ke unsur dari smart city, IT. Semoga nantinya bisa berbaur dan signifikan untuk kedepannya,” tukasnya.

Upaya pembangunan berbasis smart city di kota Balikpapan perlu melibatkan semua pihak baik Pusat, sektor Negeri maupun Swasta. Selain itu, diperlukan usaha yang continue dan bersifat sektoral.

“Mohon dukungannya terus untuk berkolaborasi, bersinergi, bersama-sama membangun kota Balikpapan menjadi smart city atau kota pintar. Dimana Smart bukan hanya kotanya saja, yang terpenting adalah SDM nya,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *