Pengambang Banyak Tidak Penuhi Kewajibannya, Pansus DPRD Kumpulkan Data

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – DPRD Kota Balikpapan melalui Panitia Khusus (pansus) fasilitas umum saat ini tengah bekerja mengumpulkan data tentang keberadaan fasilitas sosial (Fasos) dan fasilitas umum (Fasum).

Upaya ini dilakukan untuk mendorong pemerintah setempat mengawasi keberadaan fasilitas sosial (Fasos) dan fasilitas umum (Fasum) oleh pengembang.

Pasalnya, fakta hasil temuan di lapangan menunjukkan ada banyak pengembang yang tidak memenuhi kewajiban fasum dan fasosnya kepada para konsumen.

Anggota pansus fasilitas umum DPRD Balikpapan, Muhammad Taqwa mengatakan, salah satu focus pansus saat ini adalah terkait keberadaan program perumahan Jokowi. Program pembangunan nasional ini bertujuan memberikan kemudahan memiliki rumah bagi warga berpenghasilan rendah.

“Namun tetap saja, pihak pengembang ada yang belum menyediakan fasum dan fasos meski mendapatkan insentif dari pemerintah pusat,’ ujarnya, Senin (7/6/2022).

Taqwa mengatakan, kondisi saat ini sangat merugikan bagi konsumen rumah termasuk juga membuat pandangan negatif masyarakat terhadap program pemerintah.

Sehingga satuan kerja perlu bertindak dengan memanggil pihak pengembang untuk meminta keterangan soal kewajiban membangun fasum dan fasos. Mengingat saat promosi penjualan rumah biasanya pihak pengembang menjanjikan kedua fasilitas tersebut.

“Kami ingin hak pemerintah hak masyarakat terpenuhi. Jangan ada pembiaran. Kami juga mendorong dinas terkait mengambil fasum dan fasos dari pihak pengembang. Karena ini bagian fasilitas yang peruntukannya bagi masyarakat,” ungkapnya.

Taqwa meminta agar OPD terkait segera menginventarisasi fasos fasum milik pengembang. Termasuk memastikan kondisi fasilitas umum yang sudah terbangun saat ini.

“Sehingga jika ada pihak pengembang akan menyerahkan ke pemerintah setempat dapat dipastikan terlebih dahulu fasilitasnya dalam kondisi yang baik,” tegasnya.

Karena jika tanpa ada penyerahan, maka pengembang masih diwajibkan membayar PBB atas fasilitas yang mereka bangun.

“Kalau ini dibiarkan akhirnya pengembang menjadikan kota ini surga. Mereka akan mengabaikan kewajibannya itu. Bahkan ada pengembang sudah tidak ada atau sudah bangkrut,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: