Pengurus LAP Balikpapan 2025–2030 Dilantik, Pemkot Tekankan Peran Adat di Tengah Kota Modern

Pemkot Balikpapan
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik, saat membacakan sambutan Wali Kota Balikpapan Dr H Rahmad Mas’ud SE ME pada pelantikan Pengurus Lembaga Adat Paser (LAP) Kota Balikpapan periode 2025–2030, Selasa (13/1/2026).

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menegaskan pentingnya peran lembaga adat dalam menjaga jati diri dan keharmonisan sosial di tengah pesatnya pembangunan kota.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik, saat membacakan sambutan Wali Kota Balikpapan Dr H Rahmad Mas’ud SE ME pada pelantikan Pengurus Lembaga Adat Paser (LAP) Kota Balikpapan periode 2025–2030, Selasa (13/1/2026).

Dalam sambutan tersebut, Irfan Taufik terlebih dahulu mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan masyarakat yang sedang sakit agar segera diberikan kesembuhan.

“Pada kesempatan ini saya mengajak kita semua untuk mendoakan saudara-saudara kita yang sedang diberikan ujian berupa sakit. Semoga Allah SWT mengangkat penyakitnya, memberikan kesembuhan, kekuatan, dan ketabahan, serta memulihkan mereka agar dapat kembali beraktivitas seperti sediakala,” ujar Irfan.

Irfan menyampaikan apresiasi Pemerintah Kota Balikpapan kepada masyarakat Paser yang selama ini turut menjaga dan membangun Balikpapan. Ia menegaskan bahwa secara historis, suku Paser, khususnya Paser Balik, merupakan penghuni awal wilayah Balikpapan.

“Catatan sejarah menunjukkan bahwa suku Paser, khususnya Paser Balik, adalah penghuni pertama tanah Balikpapan. Nama Balikpapan lahir dari perjalanan panjang masyarakat yang hidup selaras dengan alam, menjaga sungai, hutan, dan budaya,” katanya.

Ia menambahkan, nilai-nilai adat Paser masih terjaga hingga kini melalui berbagai ritual dan tradisi, seperti balian, nendoi, mayal salak, serta nilai kearifan lokal lainnya yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat.

Menurut Irfan, di tengah perkembangan Balikpapan sebagai kota modern dan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), nilai-nilai adat justru menjadi penopang agar pembangunan tetap berakar pada identitas lokal.

“Di tengah pesatnya transformasi Balikpapan menuju kota global, nilai-nilai adat menjadi fondasi agar kita tetap berakar kuat di tanah leluhur,” ujarnya.

Kepada Ketua LAP Kota Balikpapan terpilih Ahmad Nur beserta seluruh pengurus yang dilantik, Irfan menyampaikan ucapan selamat bertugas untuk masa bakti 2025–2030. Ia menyebut periode tersebut sebagai fase krusial dalam perjalanan Balikpapan menuju kota global yang nyaman bagi semua.

“Lembaga Adat Paser diharapkan menjadi jembatan harmonis antara tradisi dan modernitas, sekaligus berperan aktif dalam menjaga kerukunan di kota yang multikultural ini,” kata Irfan.

Ia juga menekankan pentingnya peran LAP dalam pelestarian seni dan budaya Paser, penguatan kelembagaan adat, pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan budaya, serta dukungan terhadap pembangunan berkelanjutan yang menghormati hak-hak masyarakat adat, termasuk di wilayah penyangga IKN.

Menutup sambutan Wali Kota, Irfan menyampaikan keyakinan bahwa dengan semangat persatuan dan kearifan lokal, Balikpapan dapat terus berkembang tanpa kehilangan identitas budayanya.

“Kita ingin Balikpapan tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga kaya akan budaya dan adat istiadat, sebagai kota global yang nyaman bagi semua dalam bingkai Madinatul Iman,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Komentar