Penikaman di Gunung Bugis, Saksi Sebut Korban Dikejar dan Ditikam Saat Berusaha Melarikan Diri
Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Peristiwa penikaman yang menewaskan seorang pria bernama Wahyu terjadi di kawasan Gunung Bugis, Balikpapan Barat.
Kejadian tersebut disaksikan langsung oleh Febriansyah, rekan korban, yang saat itu mendampingi Wahyu dengan tujuan untuk menyelesaikan masalah secara damai.
Febriansyah mengatakan, sebelum kejadian ia tidak mengetahui persoalan yang sebenarnya dihadapi korban. Ia hanya menemani Wahyu untuk bertemu seseorang di Gunung Bugis.
“Saya menemani Ka Wahyu untuk berdamai, tapi saya tidak tahu masalahnya apa. Saya ikut dengan Ka Wahyu ke Gunung Bugis,” ujar Febriansyah saat memberikan keterangan, Senin (19/1/2026).
Setibanya di lokasi, Wahyu bertemu dengan seorang pria bernama Cude. Namun, Febriansyah mengaku tidak mengetahui pembicaraan antara keduanya. Situasi kemudian berubah mencekam ketika Cude diduga memerintahkan orang lain untuk bertindak.
“Tiba-tiba si Cude ini mengatakan, ‘urus Wahyu itu Madi’,” kata Febriansyah, menirukan ucapan Cude.
Tak lama setelah itu, seorang pria bernama Madi pergi meninggalkan lokasi dan kembali dengan membawa senjata tajam. Melihat hal tersebut, Wahyu berusaha menyelamatkan diri dengan berlari.
“Ka Wahyu langsung lari, tapi si Madi ini langsung mengejar dan menikam Ka Wahyu. Saya sangat jelas melihat penikaman tersebut,” ungkap Febriansyah.
Dalam kondisi panik dan ketakutan, Febriansyah kemudian melarikan diri dari lokasi kejadian. Ia juga mengaku hampir menjadi korban.
“Begitu saya melihat penikaman itu, saya lari karena panik. Saya juga hampir diloncati oleh anggota Cude,” katanya.
Sementara itu, istri korban, Liza Ayu, meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut. Ia menegaskan tidak dapat menerima aksi pengeroyokan dan penikaman terhadap suaminya.
“Saya sungguh tidak terima adanya pengeroyokan dan penikaman terhadap suami saya,” ujar Liza Ayu.
Menurut informasi yang diterimanya, Liza menyebut ada pihak lain yang diduga menjadi dalang di balik kejadian tersebut.
“Menurut informasi yang saya terima, yang mendalangi semua ini adalah seorang bandar narkoba bernama Cude,” katanya.
Liza berharap seluruh pihak yang terlibat dapat diproses sesuai hukum yang berlaku. Ia menekankan pentingnya keadilan, mengingat dirinya kini harus membesarkan seorang anak yang masih berusia 3 tahun.
“Saya memiliki seorang anak yang masih sangat membutuhkan figur seorang bapak. Saya berharap keadilan yang seadil-adilnya untuk kasus ini,” tutur Liza.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa penikaman tersebut serta mendalami peran para pelaku yang diduga terlibat.
BACA JUGA
