Penyangga IKN, Balikpapan Bersiap Gunakan Energi Baru Terbarukan

image_pdfimage_print

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Kota Balikpapan saat ini tengah mempersiapkan diri untuk menggunakan  energi baru terbarukan alias EBT sebagai daerah calon penyangga Ibu Kota Negara (IKN). Sementara itu, upaya penggunaan EBT bakal dilakukan secara bertahap.

“Provinsi Kaltim dikenal sebagai daerah penghasil sumber daya mineral, namun sejalan dengan komitmen penggunaan EBT, maka kita harus mulai beralih,” ujar  Assisten 1 Sekdakot Balikpapan, Syaiful Bahri, Rabu (24/11/2021).
.
Menurut Syaiful, rencana pemindahan IKN ke Kaltim yang dilanjutkan dengan kegiatan pembangunan berskala nasional disebut memerlukan energi yang sangat besar. Di mana cita-cita pembangunan yang dimulai saat ini, mengutamakan penggunaan EBT, seperti solar cell, energi dari air sampai pemanfaatan angin.

“Nah, Kota Balikpapan pun saat ini juga tengah mengembangkan teknologi instalasi pengelolaan sampah dan energi terbarukan dari sampah. Yang diaplikasikan di permukiman warga di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manggar, Balikpapan Timur,” paparnya.

Adapun pemanfaatan EBT, katanya, yakni  dari proses pengembangan sanitary landfill dan daur ulang air lindi di TPA Manggar.

Pemanfaatan itu menghasilkan sekira 15.000 sampai 20.000 KWh yang digunakan untuk penerangan TPA.
Selain itu, ada sekira 150 Kepala Keluarga (KK) yang sudah memanfaatkan gas metan dari proses pengolahan sampah, tercatat sejak awal tahun 2021.

“Arahan Presiden juga mengharapkan agar tidak ada lagi usulan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) baru,” tegasnya.

Dikatakannya,  yang perlu menjadi perhatian ialah dukungan sosialisasi dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat. Terutama perihal pelestarian sumber daya energi dalam negeri dan meningkatkan efisiensi pemanfaatannya.

Jika dukungan masyarakat tidak optimal, maka sangat sulit mencapai target dari kebijakan energi nasional yang dicanangkan. Tujuannya,  tentu saja agar pelayanan publik dapat berjalan lebih cepat dan optimal.

“Karena dengan demikian produktivitas masyarakat akan meningkat, daya saing juga akan semakin baik,” jelasnya.

Dengan begitu, penggunaan kendaraan, perangkat elektronik dan peralatan berteknologi tinggi yang memerlukan energi dalam berbagai pekerjaan dan aktivitas juga ke depannya akan semakin meningkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *