Penyangga IKN, Penataan Tata Ruang Balikpapan Tidak Terganggu

image_pdfimage_print

Balikpapan,Gerbangkaltim.com — Kota Balikpapan kedepannya akan sebagai daerah penyangga daerah Ibu Kota Negara (IKN) baru di PPU, sehingga Kota Balikpapan memiiki peranan penting sebagai pintu gerbang menuju IKN.

Kepala Bappeda Litbang Kota Balikpapan, Agus Budi Prasetyo mengatakan, untuk proses pemindahan IKN yang saat ini untuk regulasinya masih dibahas, Pemerintah Kota Balikpapan sangat menyambut baik namun untuk perlu diperhatikan juga daerah penyangga IKNnya.

“Kami sambut baik supaya nanti kalau regulasi ditetapkan ada langkah lanjutan untuk susun masterpaln, sehingga kami di Balikpapan bisa menyesuiakan IKN ini dengan masterplan Kota Balikpapan sebagai penyangga IKNnya,” ujar Agus Budi Prasetyo, pada acara webinar online, Rabu (10/11/2021).

Agus menambahkan, kalau IKN jadi dilaksanakan masa konstruksi yang paling sibuk tentu ada di Kota Balikpapan sebagai pintu gerbang Kaltim dan Kalimantan pada umumnya, mengingat di Balikpapan ada bandara dan pelabuhan internasional, ada tol Balikpapan Samarinda.

“Posisi Balikpapan pintu masuk IKN dan kalau sudah masuk masa konstruksi atau pemindahan, maka tida menutup kemukinan Balikpapan menjadi salah satu daerah yang didatangi warga dari luar,” kata Agus Budi.

Sebagai pintu gerbang IKN, Kota Balikpapan juga mempunyai keterbatasan ketika IKN masuk Kaltim berharap keterbatasan tetap jadi erhatian penting, salah satunya Balikpapan punya penataan ruang dimana 52 persen dari luas daerah ditetapkan sebagai kawasan lindung dan hanya 48 persen kawasan yang dapat dihuni masyarakat.

“Artinya jika IKN masuk komitmen tata ruang kami tidak terganggu, termasuk ada dua hutan lindung besar yakni hutan indung sungi wain dan hutan lindung DAS Manggar yang jadi sumber air bersih kota Balikpapan,” katanya.

Selain itu, Pemerintah Kota Balikpapan juga berharap agar selain melakukan proses pembangunan di IKN, daerah penyangga seperti Balikpapan juga ikut diperhatikan, mengingat Balikpapan butuh dukungan pembangunan infrastruktur.

“Kami tentu berharap agar juga ada pengembangn infrastruktur di Balikpapan seperti pembangunan jalan tol layang Mulawarman yang menghubungkan Gerbang Tol Balsam dengan Bandara Sepinggan, pembangunan fly over simpang Muara Rapak dan simpang beruang madu, penyelesaian jalan akses dan jembatan pulang baling, serta pengembangan institute teknologi Kalimantan,” tutur Agus.

Sementara itu, Asisten I Pemerintah Provinsi Kaltim, Muhammad Jauhar Effendi mengatakan, pemindahan IKN akan tetap dilakukan meski adanya pandemi meski ritmenya agak turun, pemindahan juga harus dibarengi dengan kemampuan daerah yang menjadi lokasi IKN.

“Posisi Kaltim yang berada di tengah-tengah sangat penting, agar bagaimana warga diseputaran IKN tidak termajinalkan, Kaltim itu juga memang tidak memiliki sumber air tanah hanya air hujan, tapi daerah daerah penyangga jangan sampai pasokan air baku jadi berkurang kualitasnya,” jelas Jauhar.

Sehingga keberadaan IKN memberikan dampak positif oleh warga, untuk itu program pengembangan kapasitas sumber daya manusia di seputaran IKN wajib ditingkatkan, serta kapasitas warga masyarakat dilibatkan agar ikut ambil bagian ketika pembangunan mulai berlangsung, jangan semua pekerja didatangkan luar dari Kaltim.

“Dengan melibatkan masyarakat disini tentunya bisa membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat disekitar IKN,” tukasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *