Penyelesaian 11 Paket Pekerjaan Tol IKN Dipercepat, Target Rampung Akhir 2026

jalan
Konstruksi Jalan Tol IKN di kawasan Karang Joang, Balikpapan. Tol IKN dari arah Penajam menuju Balikpapan.

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Pemerintah mempercepat penyelesaian pembangunan Jalan Tol Ibu Kota Nusantara (IKN) Balikpapan setelah ruas tersebut difungsikan secara terbatas selama libur Natal dan Tahun Baru 2025–2026. Saat ini, sedikitnya 11 paket pekerjaan konstruksi dikebut di sejumlah seksi strategis guna mengejar target operasional penuh pada akhir 2026.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur, Yudi Hardiana, mengatakan, ruas tol kembali ditutup untuk umum sejak 4 Januari 2026 agar proses konstruksi dapat berjalan optimal tanpa gangguan lalu lintas.

“Tol IKN kami fungsikan sementara mulai 20 Desember 2025 sampai 4 Januari 2026 untuk mendukung mobilitas masyarakat selama libur panjang. Setelah masa itu berakhir, ruas tol kembali ditutup agar penyelesaian pekerjaan konstruksi bisa dimaksimalkan,” ujar Yudi saat ditemui di Balikpapan, Minggu (11/1/2026).

Menurut Yudi, percepatan saat ini difokuskan pada empat seksi utama, yakni Seksi 3a2, Seksi 3b2, Seksi 5b, dan Seksi 6a. Dari total 11 paket pekerjaan, enam paket berada di Seksi 3a2, yang mencakup pembangunan Overpass 6, mainroad overpass, ramp 4 dan ramp 1 akses Balikpapan–Samarinda (Balsam), mainroad akses masuk Balsam, exit Karang Joang, serta penataan kawasan Sungai Wain.

Sementara itu, tiga paket pekerjaan di Seksi 3b2 meliputi pemasangan steel box girder overpass di Sta 12, pembangunan jembatan satwa 8 dan 10, serta pembangunan interchange Kawasan Kariangau Terminal (KKT).

Adapun dua paket di Seksi 5b difokuskan pada pengerjaan mainroad Overpass 6 dan interchange Riko, sedangkan Seksi 6a diarahkan pada penyelesaian badan jalan utama (mainroad).

“Seluruh paket pekerjaan ini kami targetkan selesai pada Desember 2026, sehingga tol dapat beroperasi penuh dan terintegrasi dengan jaringan jalan nasional menuju kawasan IKN,” kata Yudi.

Selama dibuka secara fungsional terbatas, minat masyarakat menggunakan Tol IKN terbilang tinggi. Data BBPJN Kalimantan Timur mencatat, dalam 16 hari operasional, ruas tol yang melintasi Jembatan Pulau Balang tersebut dilalui 93.957 kendaraan, baik dari arah Balikpapan menuju IKN maupun sebaliknya.

Yudi menilai tingginya volume kendaraan tersebut mencerminkan kebutuhan konektivitas yang semakin mendesak seiring berkembangnya aktivitas pemerintahan dan ekonomi di kawasan Ibu Kota Nusantara.

“Angka ini menunjukkan bahwa keberadaan Tol IKN sangat dibutuhkan masyarakat. Jika nanti seluruh pekerjaan rampung dan tol beroperasi penuh, waktu tempuh akan jauh lebih efisien serta memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat di Kalimantan Timur,” ujarnya.

Sebagai informasi, Jalan Tol IKN Balikpapan merupakan salah satu infrastruktur kunci pendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara, yang dirancang untuk menghubungkan Balikpapan, Penajam Paser Utara, hingga kawasan inti pusat pemerintahan IKN.

Tinggalkan Komentar