Samarinda, Gerbang Kaltim.com – Perawatan pasien yang terserang virus Covid-19 di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim), perlahan cenderung kian bertambah. Hingga Sabtu (22/1/2022), jumlahnya tercatat 113 orang.

Seperti diinformasikan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19/Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, melalui instagram resminya pertanggal 22 Januari 2022, melonjaknya angka itu disebabkan adanya tambahan kasus terkonfirmasi positif berjumlah 8 kasus.

Kedelapan kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kaltim lainnya itu datang dari wilayah Kabupaten Paser/Tanah Grogot dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), masing-masing 1 kasus. Selain itu, datang dari Kota Samarinda 2 kasus dan dari Kota Balikpapan 4 kasus.

Dengan bertambahnya 8 kasus, maka jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 di wilayah Kaltim berubah menjadi 158.476 kasus.

Selain itu, hanya satu kabupaten yang ada ketambahan kesembuhan pasien akibat Covid-19 di Kaltim, yakni Kabupaten Kutai Barat (Kubar) berjumlah 2 orang sembuh.

Sehingga jumlah pasien yang dinyatakan sembun selama dalam kurun waktu hamp ir dua tahun sebanyak 152.908 orang.

Pada hari yang sama, tidak ada tambahan harian kasus kematian. Jumlahnya tidak berubah, yakni tetap 5.455 orang yang meninggal dunia selama setahun lebih virus Covid-19 menyebar di wilayah Kaltim.

Dari 10 wilayah kabupaten/kota di Kaltim, 1 diantaranya bertengger di zona hijau alias daerah yang tidak ada kasus Covid-19, yakni wilayah Bupati Bonifasius Belawan Geh dan Wabup Yohanes Avun, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).

Sementara, 9 kabupaten/kota lainnya “berkumpul” di zona kuning atau daerah dengan risiko rendah Covid-19.

Kesembilan kabupaten/kota itu, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kabupaten Berau, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kota Bontang.

Selain itu, sama juga dengan status Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kabupaten Penajam Paser Utara, Kabupaten Paser.

Share.
Leave A Reply