Perjuangan PLN Bawa Listrik ke Desa Tanjung Nanga
Gerbangkaltim.com, Malinau – Cahaya lampu kini menerangi rumah-rumah warga Desa Tanjung Nanga, Kecamatan Malinau Selatan Hulu, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. Hadirnya listrik PLN di desa pedalaman tersebut mengakhiri penantian panjang masyarakat sekaligus membuka harapan baru bagi 331 pelanggan yang kini dapat menikmati pasokan listrik.
Di balik penyalaan listrik itu, terdapat perjalanan panjang tim PLN yang harus menghadapi akses jalan berlumpur, medan licin saat hujan, keterbatasan fasilitas, serta komunikasi yang tidak selalu mudah. Material pembangunan bahkan beberapa kali tertahan karena kendaraan sulit melintasi jalur tanah menuju desa.
Pegawai PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan Benua Etam, Fendy Yulio Prasetyo, bersama tim harus menempuh perjalanan sekitar 10 jam dari Berau menuju Tanjung Nanga. Perjalanan tersebut dilakukan berulang kali selama proses pembangunan jaringan listrik berlangsung.
“Kadang kendaraan harus berjalan sangat pelan karena kondisi jalan yang licin. Pernah juga material tertahan karena kendaraan tidak bisa langsung melintas. Tetapi kami tetap berupaya agar pekerjaan terus berjalan karena masyarakat sudah lama menantikan listrik hadir di desa ini,” ujar Fendy.
Pembangunan jaringan listrik di Tanjung Nanga berlangsung lebih dari lima bulan. PLN membangun jaringan tegangan menengah sepanjang 4,19 kilometer sirkuit, jaringan tegangan rendah sepanjang 4,77 kilometer sirkuit, serta tiga gardu distribusi dengan kapasitas total 300 kVA.
Setelah jaringan selesai dibangun, pekerjaan belum berhenti. Petugas PLN Unit Layanan Pelanggan Malinau melakukan pemeriksaan instalasi dan penyambungan listrik ke rumah-rumah warga. Proses tersebut dilakukan secara bertahap agar seluruh pelanggan dapat menikmati listrik dengan aman.
Pegawai PLN ULP Malinau, Izar Zuhdi, bersama tim menetap hampir satu minggu di Desa Tanjung Nanga untuk menyelesaikan pemasangan kWh meter bagi pelanggan.
“Bagi kami, tugas tidak berhenti ketika jaringan selesai dibangun. Kami bertugas untuk memastikan sebanyak 331 pelanggan dapat langsung menikmati listrik dengan aman. Karena itu kami mendampingi proses pemasangan hingga seluruh tahapan selesai,” kata Izar.
Kehadiran listrik PLN turut didukung warga Desa Tanjung Nanga. Masyarakat bergotong royong membersihkan jalur jaringan agar proses pembangunan dapat berjalan lebih lancar.
Kepala Desa Tanjung Nanga, Roni Jonathan, menyampaikan rasa syukur atas hadirnya listrik di wilayahnya. Ia menyebut listrik menjadi kebutuhan yang telah lama dinantikan masyarakat dan manfaatnya akan dirasakan bersama.
“Kami sangat bersyukur karena akhirnya listrik PLN hadir di desa kami. Masyarakat ikut membantu selama proses pembangunan karena kami menyadari manfaatnya akan dirasakan bersama,” ujarnya.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Muchamad Chaliq Fadli, mengapresiasi kolaborasi antara insan PLN, Pemerintah Kabupaten Malinau, pemerintah desa, perusahaan, tokoh masyarakat, dan warga dalam mewujudkan elektrifikasi desa tersebut.
Menurutnya, keberhasilan menghadirkan listrik di Tanjung Nanga menunjukkan bahwa pembangunan energi membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak. Kini, anak-anak dapat belajar pada malam hari dengan lebih nyaman, aktivitas warga menjadi lebih leluasa, dan peluang pengembangan ekonomi desa semakin terbuka.
Sumber Berita: PLN UID Kaltimra
BACA JUGA
