karantina
Mendukung pelindungan sumber daya alam hayati dan pertanian dari potensi rusak atau musnahnya akibat hama penyakit hewan dan tumbuhan karantina yang berbahaya, Badan Karantina Pertanian (Barantan), Kementerian Pertanian menggandeng instansi-instansi strategis terkait.

Perkuat Sistem Perkarantinaan, Barantan Gandeng Instansi Strategis

image_pdfimage_print

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Mendukung pelindungan sumber daya alam hayati dan pertanian dari potensi rusak atau musnahnya akibat hama penyakit hewan dan tumbuhan karantina yang berbahaya, Badan Karantina Pertanian (Barantan), Kementerian Pertanian menggandeng instansi-instansi strategis terkait.

Hal ini guna memperkuat sistem perkarantinaan di Negara Kesatuan Republik Indonesia, agar hewan, tumbuhan dan produknya dapat lestari dan menjadi sumber bahan pangan juga pakan bagi masyarakat.

“Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan keanekaragaman hayati terbesar setelah Brazil. Harus kita jaga bersama,” kata Bambang, Kepala Barantan melalui keterangan persnya, Sabtu (26/11/2022).

Bambang yang memberikan arahan sekaligus membuka acara Sosialisasi Perjanjian Kerja Sama dan Kebijakan Pengawasan serta Penindakan Perkarantinaan di Balikpapan, kemarin, Jumat (25/11) juga menyebutkan kerja sama yang telah dilakukan dimaksudkan agar pelindungan yang dilakukan pihaknya berjalan dengan lebih optimal.

Hal ini tentunya sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo, red) untuk mendukung ketahanan pangan melalui pelindungan sumber daya pertanian yang kuat.

Junaidi, Kepala Pusat Kepatuhan, Kerja Sama dan Informasi Perkarantinaan (KKIP) Barantan yang hadir, menyampaikan secara rinci kerjasama yang telah dilakukan. Diantaranya dengan Deputi Bidang Intelijen Ekonomi, Badan Intelijen Nasional dan Kedeputian Bidang Operasi dan Latihan, Badan Keamanan Laut Republik Indonesia.

“Dan tentunya ini akan memperkuat kerja sama yang telah terjalin dengan instansi CIQS, TNI dan Polri,” tambah Junaidi.

Untuk implementasi di lapangan, Barantan telah menerbitkan berbagai kebijakan kewasdakan, antara lain : Pedoman Kerja Kepolisian Khusus Karantina Pertanian, Pedoman Penyelenggaraan Administrasi Penyelidikan dan Produk Intelijen Barantan dan Pedoman Pemetaan Kerawanan Perkarantinaan Pertanian.

Turut hadir pada pertemuan tersebut sebagai narasumber
Asep Yogi Junaedi
Kasubdit Pertanian, Pertanahan dan Kelautan, Badan Intelejen Nasional dan Kolonel Bakamla Budhi Yuzerman, S.Si., M.A.P, Kasubdit RenEval Opsla, Badan Keamanan Laut Republik Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *