Perpustakaan Kelurahan Baru Masuk 6 Besar Lomba 2025, Kukar Optimis Raih Juara

Perpustakaan Desa
Perpustakaan Kelurahan Baru Kecamatan Tenggarong, satu-satunya Kelurahan di Kukar yang masuk 6 besar penilaian Lomba Perpustakaan Desa Dan Kelurahan 2025.

Gerbangkaltim.com, Tenggarong – Perpustakaan Kelurahan Baru, Kecamatan Tenggarong, mencetak prestasi membanggakan dengan berhasil masuk enam besar dalam Lomba Perpustakaan Desa dan Kelurahan Tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Tahun 2025. Kelurahan Baru menjadi satu-satunya wakil dari wilayah kelurahan di Kukar yang lolos ke tahap akhir seleksi lomba yang diselenggarakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) Kukar.

Tahapan seleksi yang telah berlangsung mencakup penilaian administrasi dan kelengkapan berkas, yang diikuti oleh berbagai perpustakaan desa dan kelurahan di Kukar. Dari seluruh peserta, enam besar yang berhasil lolos adalah:

  • Perpustakaan Desa Kota Bangun III

  • Desa Liang Ulu

  • Desa Liang

  • Desa Rempanga

  • Desa Ponoragan

  • dan Kelurahan Baru, Kecamatan Tenggarong.

Lurah Baru, Bayu Ramanda, menyampaikan bahwa pihaknya telah lama mempersiapkan pengelolaan perpustakaan secara serius. Menurutnya, keberadaan perpustakaan sudah berjalan dengan baik sejak tiga tahun terakhir.

“Sebenarnya, dengan atau tanpa lomba pun kami telah menyiapkan dan mengelola Perpustakaan Kelurahan Baru secara maksimal. Kami juga rutin berkoordinasi dengan Diarpus Kukar untuk memastikan bahwa perpustakaan ini sesuai dengan standar kelurahan yang ditetapkan,” ujar Bayu, optimis.

Bayu menambahkan bahwa pencapaian masuk enam besar menjadi motivasi untuk meraih hasil terbaik, mengingat hanya empat perpustakaan yang nantinya akan dinobatkan sebagai pemenang.

“Dengan capaian ini, kami sangat optimistis. Apalagi penilaian juga mencakup kualitas layanan dan pengelolaan. Kami yakin Perpustakaan Kelurahan Baru mampu bersaing dan masuk dalam empat besar terbaik,” tegasnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kukar, Rinda Desianti, menjelaskan bahwa lomba ini bertujuan untuk mendorong transformasi perpustakaan sebagai pusat literasi dan pemberdayaan masyarakat.

“Perpustakaan desa dan kelurahan bukan lagi sekadar tempat membaca. Mereka harus menjadi ruang edukasi, literasi digital, serta pengembangan potensi lokal masyarakat,” ungkap Rinda.

Rinda juga menambahkan bahwa tahapan berikutnya adalah verifikasi lapangan, di mana tim juri akan turun langsung ke lokasi enam perpustakaan yang lolos seleksi untuk melakukan penilaian menyeluruh.

“Tim akan mengecek langsung kondisi fisik, program kerja, inovasi, hingga keterlibatan masyarakat. Penilaian ini bersifat komprehensif dan menjadi bagian dari upaya kami meningkatkan kualitas layanan perpustakaan di seluruh wilayah Kukar,” tegasnya.

Diarpus Kukar melalui lomba ini berharap dapat memperkuat peran perpustakaan desa dan kelurahan sebagai motor literasi dan penggerak sosial masyarakat, sekaligus memberi apresiasi bagi pengelola yang telah menunjukkan dedikasi dan inovasi. Lomba ini tidak hanya tentang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana pembinaan dan motivasi untuk meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan ke arah yang lebih baik dan inklusif.


Sumber: Bayu Ramanda, Lurah Baru / Diarpus Kukar

Tinggalkan Komentar