Pertamina Hulu Mahakam Rehabilitasi 345 Hektare DAS Manggar dan Sungai Wain, Dorong Kelestarian Hutan dan Ekonomi Warga

Satgas Pangan Polresta Balikpapan
Petugas Satgas Pangan Polresta Balikpapan bersama instansi terkait melakukan pengecekan harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Pandan Sari menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026.


Gerbangkaltim.com, Balikpapan – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Wilayah Kalimantan Sulawesi (Kalsul) terus memperkuat komitmen pelestarian lingkungan melalui Program Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) di kawasan Hutan Lindung Manggar dan Sungai Wain, Kalimantan Timur. Program ini dilaksanakan melalui kegiatan penanaman pohon serentak yang digelar pada 20 Desember 2025 di wilayah kerja Mahakam serta DAS Manggar Kilometer 12, Kota Balikpapan.

Kegiatan rehabilitasi tersebut mencakup area seluas 345 hektare yang berada di Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara. Saat ini, program telah memasuki tahap pemeliharaan tahun pertama (P1). Lokasi rehabilitasi telah mendapatkan penetapan resmi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebagaimana tercantum dalam Keputusan Menteri LHK Nomor SK.11697/Menlhk-PDASRH/KTA/DAS.1/11/2023 tanggal 3 November 2023. Program ini merupakan bagian dari pemenuhan kewajiban Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) sekaligus bentuk dukungan terhadap upaya keberlanjutan lingkungan.

Dalam pelaksanaannya, PHM menggandeng Kelompok Tani Hutan (KTH) binaan Program Perhutanan Sosial Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Balikpapan. Kolaborasi ini bertujuan tidak hanya memulihkan fungsi ekologis kawasan hutan, tetapi juga mendorong peningkatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Pola tanam yang diterapkan menggunakan sistem agroforestri dengan komposisi 400 tanaman pokok dan 100 tanaman sela per hektare. Jenis tanaman yang ditanam meliputi Multi Purpose Tree Species (MPTS) berupa manggis, durian, alpukat, rambutan, nangka, dan kelengkeng, serta tanaman kayu endemik seperti meranti, mahoni, pulai, dan jelutung. Tanaman sela seperti kopi, pala, dan kayu manis turut dikembangkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan.

General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, menyampaikan bahwa PHM berkomitmen memenuhi seluruh kewajiban PPKH secara tepat waktu sekaligus memastikan program rehabilitasi DAS memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Menurutnya, pemilihan tanaman unggul lokal juga sejalan dengan dukungan terhadap program penghijauan pemerintah dan upaya penurunan emisi karbon.

Ketua Gapoktan Mitra Wana Lestari, Syaifuddin, mengapresiasi langkah PHM yang dinilai konsisten mendukung kelestarian lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Program ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara hutan yang lestari dan kesejahteraan warga sekitar.

Melalui rehabilitasi DAS Manggar dan Sungai Wain, PHM berharap tercipta nilai tambah jangka panjang, termasuk pengembangan usaha agroforestri, hasil hutan bukan kayu, serta jasa lingkungan berbasis ekowisata.

Sumber: PT Pertamina Hulu Mahakam

Tinggalkan Komentar