PLN Perkuat UMKM Desa Agrowisata Api-Api, Dorong Ekosistem Wisata Berkelanjutan di Penajam Paser Utara

Desa Agrowisata Api-Api
Pelaku UMKM Desa Agrowisata Api-Api mengikuti pelatihan pemberdayaan dalam program TJSL PLN guna memperkuat ekosistem wisata desa di Penajam Paser Utara, Jumat (20/2/2026).

Gerbangkaltim.com, Penajam Paser Utara – Desa Agrowisata Api-Api di Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, kian menunjukkan transformasi signifikan sebagai destinasi wisata berbasis komunitas. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya yang digulirkan PLN selama tiga tahun terakhir, penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di desa tersebut terus didorong secara terstruktur dan berkelanjutan.

Program pendampingan yang dijalankan oleh PLN UID Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara difokuskan pada peningkatan kapasitas pelaku UMKM, mulai dari manajemen usaha, standarisasi dan peningkatan kualitas produk, hingga optimalisasi pemasaran digital. Langkah ini menjadi bagian dari strategi membangun kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal sekaligus memperkuat posisi Desa Api-Api sebagai destinasi agrowisata yang dikelola secara profesional.

Koordinator Pengembangan Usaha Agrowisata Puncak Api-Api, Nur Madinah, menyampaikan bahwa pembinaan berkelanjutan dari PLN telah memberikan dampak nyata terhadap kesiapan pelaku usaha di desa. Menurutnya, pelatihan yang dilaksanakan bersama pemerintah daerah hingga Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara telah meningkatkan kapasitas UMKM dalam mendukung pengembangan wisata Puncak Api-Api.

“Pendampingan yang konsisten selama tiga tahun terakhir membawa perubahan signifikan. Produk lokal kini tidak hanya untuk konsumsi internal desa, tetapi mulai dikembangkan sebagai daya tarik wisata yang memiliki nilai tambah ekonomi,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).

Produk olahan hasil pertanian, kerajinan tangan, serta kuliner khas desa kini diposisikan sebagai bagian integral dari pengalaman wisata. Dengan pendekatan ini, UMKM tidak lagi berdiri sendiri, melainkan menjadi elemen utama dalam rantai nilai ekosistem wisata desa.

General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, menegaskan bahwa program TJSL PLN dirancang untuk menciptakan dampak ekonomi jangka panjang. Ia menyebut pengembangan Desa Agrowisata Api-Api merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam membangun struktur ekonomi desa yang tangguh dan berdaya saing.

“Setiap intervensi TJSL harus memberikan nilai tambah yang terukur dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Ke depan, PLN bersama para pemangku kepentingan akan terus memperkuat sinergi guna mengoptimalkan potensi lokal Desa Api-Api. Dengan model pengembangan berbasis komunitas dan UMKM yang adaptif, desa ini diharapkan tumbuh sebagai destinasi wisata unggulan yang mampu memperkuat fondasi ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.


Sumber: PLN UID Kaltimra

Tinggalkan Komentar