Polda Sumbar Percepat Pembangunan 34 Huntara di Puluik Puluik, Puluhan Unit Masuki Tahap Finishing

Huntara Puluik Puluik
Personel Brimob Polda Sumatera Barat mengerjakan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di Puluik Puluik, Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, sebagai bagian dari percepatan pemulihan pascabencana.

Gerbangkaltim.com, Pesisir Selatan — Kepolisian Daerah Sumatera Barat melalui Satuan Brigade Mobil (Brimob) terus mengakselerasi pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Kabupaten Pesisir Selatan. Hingga Jumat (16/1/2026), progres pembangunan Huntara yang berlokasi di Puluik Puluik, Kecamatan Bayang Utara, menunjukkan perkembangan signifikan dan memasuki tahap lanjutan.

Pembangunan Huntara ini ditargetkan sebanyak 34 unit dan menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana, khususnya dalam penyediaan tempat tinggal layak dan aman bagi warga yang kehilangan rumah. Personel Brimob Polda Sumatera Barat dikerahkan secara langsung untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana dan standar kelayakan.

Berdasarkan laporan progres lapangan, sebanyak 22 unit rumah telah menyelesaikan pengecoran dasar bangunan dan dinyatakan siap digunakan sebagai fondasi utama. Pada jumlah unit yang sama, kerangka baja ringan untuk tiang rumah juga telah terpasang, sehingga struktur bangunan mulai terlihat secara utuh. Proses pemasangan dinding berbahan Glassfiber Reinforced Cement (GRC) saat ini masih terus berlangsung, bersamaan dengan pengerjaan bagian teras rumah.

Selain pekerjaan struktur utama, pembangunan fasilitas pendukung juga terus dilakukan. Penggalian septic tank telah terealisasi sebanyak enam lubang sebagai bagian dari sistem sanitasi. Untuk bagian atap, pemasangan seng telah siap pada 22 unit rumah, sementara fasilitas sanitasi dalam rumah menunjukkan progres positif dengan pemasangan dudukan kloset WC yang telah terpasang pada 22 unit. Adapun kerangka baja ringan untuk ruang WC telah terpasang pada 20 unit rumah.

Polda Sumatera Barat menegaskan bahwa pembangunan Huntara ini menjadi prioritas guna memastikan masyarakat terdampak dapat segera menempati hunian sementara yang layak, aman, dan memenuhi standar kesehatan. Kehadiran aparat kepolisian dalam proses pembangunan tidak hanya sebagai pengamanan, tetapi juga bentuk nyata kepedulian negara terhadap warga yang tengah berupaya bangkit dari dampak bencana.

Dengan progres yang terus meningkat, diharapkan seluruh unit Huntara dapat segera rampung dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Sinergi antara aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat menjadi kunci percepatan pemulihan sosial dan ekonomi di wilayah terdampak bencana di Pesisir Selatan.

Sumber: Polda Sumatera Barat

Tinggalkan Komentar