Polda
Polsek Balikpapan mengelar rekonstruksi adegan dugaan kasus penganiyaan yang dilakukan tersangka SL (63) di Mapolsek Balikpapan Barat. Jum'at (30/9/2022).

Polsek Balbar Gelar Rekonstruksi Penganiyaan Akibat Tali Jemuran

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Polsek Balikpapan mengelar rekonstruksi adegan dugaan kasus penganiyaan yang dilakukan tersangka SL (63) di Mapolsek Balikpapan Barat.

Kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan tersangka SL ini terjadi pada Selasa (30/8/2022) lalu di kawasan RT 13, Kelurahan Baru Ulu, Balikpapan Barat, Balikpapan.

Peristiwa ini dimulai dari terjadinya keributan antara tersangka SL dengan Daeng Meman lantaran hal sepele yakni tali jemuran, dimana SL disinyalir tak terima tali jemurannya digunakan oleh Daeng Meman.

Dalam perkelahian tersebut, suami dari Daeng Meman, korban Safarudin (52) yang hendak melerai justru menjadi korban atas amukan SL yang membabi buta.

Kapolsek Balikpapan Barat, Kompol Djoko Purwanto mengatakan, rekonstruksi adegan dilakukan tersangka SL dan sejumlah saksi ada sebanyak 20 adegan. Mulai dari pra keributan hingga korban Safarudin menghembuskan nafas terakhirnya di kamar mandi.

“Di adegan ke-5 terjadi penendangan terhadap (bagian alat vital) korban. Dan kemudian menggigit korban pada adegan ke-7,” ujarnya, Jumat (30/9/2022).

Djoko memastikan, sepanjang pelaksanaan rekonstruksi adegan seluruhnya sudah sesuai dengan keterangan BP dari tersangka dan para saksi.

Rekonstruksi adegan ini dihadiri sebanyak 9 saksi dari tetangga korban, termasuk pihak Kejaksaan Negeri, kuasa hukum tersangka, dan Ketua RT yang menengahi keributan.

“Sementara masih sesuai dengan keterangan, baik dari saksi maupun tersangka,” tambahnya.

Djoko menjelaskan, pihaknya saat ini juga masih menunggu hasil autopsi organ dalam korban dari pihak RSKD Balikpapan. Di mana hasil otopsi ini, , nantinya menjadi kekuatan hukum atas ancaman yang kelak menjerat SL.

“Untuk hasil autopsi masih menunggu hasil organ dalam yang sudah kita kirim ke RSKD 1-2 hari ini. Tinggal kita menunggu untuk mengetahui penyebab kematian korban,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *