PT Pertamina Hulu Indonesia Raih Best ESG Program, Catat Realisasi Optimasi Biaya USD 164 Juta
Gerbangkaltim.com, Jakarta – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) kembali menegaskan kiprahnya sebagai entitas unggulan di lingkungan Subholding Upstream dengan meraih penghargaan Best ESG Program dalam ajang Cost Optimization 2025 Appreciation Day & Kick Off Cost Optimization 2026. Pada ajang tahunan tersebut, PHI membukukan realisasi optimasi biaya sebesar USD 164 juta, tertinggi di lingkup Pertamina Group.
Penghargaan diserahkan dalam seremoni resmi yang berlangsung di Grha Pertamina pada 11 Februari 2026, disaksikan jajaran Komisaris dan Direksi PT Pertamina (Persero) serta pimpinan entitas anak perusahaan lainnya. Capaian ini turut mengantarkan Subholding Upstream meraih predikat Grand Champion dalam program optimasi biaya atau Optimus.
Direktur Utama PHI, Sunaryanto, menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi kolektif seluruh pekerja dan manajemen. Ia menekankan bahwa budaya efisiensi harus terus diperkuat, terutama karena sebagian besar aset hulu yang dikelola perusahaan telah memasuki fase mature.
“Optimasi biaya menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan produksi migas dan daya saing perusahaan. Ini adalah komitmen bersama untuk memastikan kinerja unggul secara berkelanjutan,” ujarnya.
Realisasi optimasi senilai USD 164 juta tersebut bersumber dari kombinasi strategi revenue growth, cost saving, dan cost avoidance. Selain efisiensi operasional, PHI juga konsisten menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam setiap lini kegiatan bisnisnya, khususnya di wilayah operasi Kalimantan. Inisiatif efisiensi bahan bakar dan pengelolaan energi operasional terbukti mampu menekan biaya sekaligus meningkatkan kinerja keberlanjutan perusahaan.
Sinergi lintas subholding turut menjadi faktor kunci. Melalui kolaborasi dengan Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), PHI berhasil mengoptimalkan pemanfaatan surplus gas bumi guna mendukung distribusi gas nasional. Langkah ini menciptakan multiplier effect bagi ekosistem energi Pertamina Group sekaligus memperkuat integrasi bisnis hulu-hilir.
Tak hanya fokus pada efisiensi, PHI juga mencatat peningkatan laba melalui komersialisasi uncommitted cargo LNG serta optimalisasi lifting LPG. Strategi adaptif ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menangkap peluang pendapatan tambahan dari aset yang telah matang.
Sebagai bagian dari Subholding Upstream, PHI mengelola operasi hulu migas di Regional 3 Kalimantan meliputi Zona 8, Zona 9, dan Zona 10, dengan dukungan kerja sama bersama SKK Migas. Ke depan, perusahaan berkomitmen memperkuat strategi optimasi berkelanjutan dan implementasi ESG guna mendukung ketahanan energi nasional sejalan dengan agenda pembangunan pemerintah.
Sumber: PT Pertamina Hulu Indonesia
BACA JUGA
