Hari Pers Nasional 2022, Momentum Jadikan Karya Jurnalistik Wujud Kedaulatan

image_pdfimage_print

Tana Paser, Gerbangkaltim.com – Hari ini 9 Pebruari 2022 diperingati sebagai Hari Pers Nasional, Pers merupakan wujud dari implementasi pasal 28 UUD 1945 yang menjamin kemerdekaan berserikat, berkumpul mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan.

Era generasi ‘Z’ sekarang ini karya ‘Jurnalistik’ telah mengalami transpormasi peran yang cukup besar seiring dengan derasnya dinamika dunia informasi digital melalui sosial media oleh netizen.

Muchtar Amar, SH selaku Pemerhati Politik dan Hukum (PATIH) pun mengucapkan selamat hari Pers Nasional 2022, utamanya bagi insan Pers yang berada di Kalimantan Timur.

Muchtar menyampaikan kepada awak media “hari ini momentum tuk jadikan karya jurnalistik sebagai salah satu upaya wujudkan kedaulatan rakyat secara demokratis”.

Hal ini disebabkan kebutuhan informasi era generasi ‘Z’ tidak lagi hanya menyajikan informasi berita lewat berita tulisan, namun dituntut agar menyajikan berita melalui
kolaboratif berita video disertai lisan dan tulisan informasi berita.

“karya jurnalistik era generasi ‘Z’ tidak lagi mengandalkan tulisan melalui media cetak, sekarang ini rekan-rekan jurnalis mesti lebih berbenah diri berkreatifitas kolaborasi berita lisan dan tulisan melalui berita video”, tutur Amar Rabu (9/02/2022).

“pengguna informasi berita, lebih nyaman dapatkan informasi berita lewat berita video disertai informasi berita lisan dan tulisan”, jelasnya.

Lebih lanjut amar mengatakan “ini disebabkan karena para pengguna tuk mencari informasi berita hanay cukup melalui gadgetnya, terkadang lebih senang dengan menonton berita video yang di-share”.

Transpormasi peran dan fungsi Pers tidak lagi digawangi oleh jurnalis melalui karya jurnalistiknya, tetapi peran itu mulai ditularkan oleh para netizen melalui konten di sosial medianya seperti di FB, Twitter, IG, Tiktok dan status Whatsappnya.

“Pengguna informasi berita meski arif dan bijak dalam menerima informasi berita, ya meski bisa menbedakan berita hoax dan memfilter berita yang dapat memecah NKRI, jangan mudah terprofokatif,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *