Remaja Tenggelam di Sungai Mahakam Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup

remaja tenggelam Sungai Mahakam
Tim SAR Gabungan mengevakuasi korban tenggelam di Sungai Mahakam, Desa Muara Kaman Ulu, Kutai Kartanegara, setelah ditemukan pada hari ketiga pencarian.

Gerbangkaltim.com, Kutai Kartanegara – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap seorang remaja yang dilaporkan tenggelam di Sungai Mahakam, Desa Muara Kaman Ulu, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, resmi diusulkan untuk ditutup setelah korban berhasil ditemukan pada hari ketiga pencarian.

Korban diketahui bernama Sinta (16), warga RT 16 Desa Muara Kaman Ulu (Seberang). Ia sebelumnya dilaporkan hilang setelah tenggelam di perairan Sungai Mahakam. Insiden tersebut memicu pelaksanaan Operasi SAR dalam kategori kondisi membahayakan manusia.

Memasuki hari ketiga (H.3), Tim Rescue Pos SAR Samarinda menggelar briefing pada pukul 07.00 WITA guna mengevaluasi pencarian dan menentukan strategi lanjutan. Sekitar pukul 07.15 WITA, tim gabungan bergerak melakukan penyisiran sejauh kurang lebih empat kilometer ke arah hilir dari lokasi kejadian perkara (LKP). Pencarian dilakukan dengan mengerahkan peralatan SAR air serta dukungan armada.

Upaya intensif tersebut membuahkan hasil pada pukul 10.58 WITA. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 200 meter dari titik awal dilaporkan tenggelam. Selanjutnya, jenazah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

Setelah proses evakuasi selesai, Tim SAR Gabungan melaksanakan debriefing pada pukul 11.40 WITA. Dengan telah ditemukannya korban, seluruh unsur yang terlibat sepakat menghentikan operasi dan mengusulkan penutupan resmi Operasi SAR. Personel yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing dalam status siaga.

Operasi kemanusiaan ini melibatkan Tim Rescue Pos SAR Samarinda, personel Polairud Polda Kaltim, Polsek Muara Kaman, Koramil Muara Kaman, BPBD Kutai Kartanegara, Damkar Muara Kaman, serta dukungan masyarakat setempat. Peralatan yang digunakan antara lain rescue car, rubber boat Basarnas, perahu milik warga, perlengkapan selam, alat komunikasi, dan perangkat medis.

Meski cuaca terpantau berawan selama operasi berlangsung, koordinasi dan sinergi antarunsur menjadi faktor penting dalam keberhasilan pencarian. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di perairan Sungai Mahakam yang memiliki arus cukup kuat.


Sumber: Pos SAR Samarinda

Tinggalkan Komentar