Ribuan Warga Padati BSCC Dome, Wayang Kulit “Semar Mbangun Kayangan” Jadi Ruang Silaturahmi dan Refleksi

Polda Kaltim
Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Endar Priantoro memberikan Wayang Semar kepada Ki Bayu Aji yang menandai mulainya pegelaran wayang semalam suntuk dengan mengambil lakon "Semar Bangun Khayangan" yang digelar di BSCC Dome Balikpapan, Jum'at (13/2/2026).

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Suasana berbeda menyelimuti halaman BSCC Dome Balikpapan pada Jumat (13/2/2026) malam. Sejak usai waktu Isya hingga Sabtu (14/2/2026) dini hari, ribuan warga memadati area pertunjukan wayang kulit bertajuk “Semar Mbangun Kayangan” yang digelar Polda Kalimantan Timur.

Lantunan gamelan dan tembang sinden mengalun bersahutan dengan riuh tepuk tangan penonton yang datang tidak hanya dari Balikpapan, tetapi juga dari Penajam Paser Utara, Paser, Samarinda, Kutai Kartanegara, Bontang, hingga Kutai Timur.

Mereka duduk bersila, sebagian membawa keluarga, menikmati pagelaran semalam suntuk yang memadukan hiburan, tradisi, dan pesan moral.

Di balik kelir, Ki Dalang Bayu Aji tampil memikat. Putra maestro pedalangan Ki Anom Suroto itu membawakan lakon dengan gaya komunikatif dan selingan humor yang mengundang gelak tawa.

Dialog antar tokoh diselipkan nasihat tentang kepemimpinan, kebijaksanaan, dan pentingnya menjaga harmoni.

Sejumlah bintang tamu turut memeriahkan suasana. Kehadiran Gareng Semarang, Ciblek Banyumas, Niken Salindri Kediri, Bagong, serta para sinden muda membuat suasana semakin hidup.

Sorotan lampu panggung berpadu dengan warna-warni busana tradisional yang dikenakan para pengisi acara.

Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Endar Priantoro secara simbolis menyerahkan wayang tokoh Semar kepada Ki Dalang Bayu Aji sebagai penanda dimulainya pertunjukan. Endar yang dikenal berasal dari Purwokerto, Jawa Tengah, malam itu tampil mengenakan busana adat Jawa bersama para tamu undangan.

Turut hadir di antaranya Wakapolda Kaltim Brigjen Pol Josi Kusumo, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI Adji Muhammad Arifin, Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, Kasdam VI/Mulawarman Brigjen TNI Andy Setyawan, serta Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud.

Dalam sambutannya, Endar mengatakan kegiatan budaya seperti ini merupakan bagian dari upaya mempererat kebersamaan antara aparat dan masyarakat.

“Wayang kulit bukan sekadar tontonan, tetapi sarat tuntunan. Melalui budaya, kita bisa menyampaikan pesan tentang kebersamaan, kepemimpinan yang bijak, dan pentingnya menjaga persatuan,” ujar Endar.

Ia menambahkan, pelestarian budaya juga menjadi cara yang efektif untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kami ingin menghadirkan ruang yang hangat dan inklusif. Ketika masyarakat merasa dekat dan saling menghargai, harmoni sosial akan lebih mudah terjaga,” katanya.

Antusiasme warga tidak surut meski malam kian larut. Panitia menambah semarak acara dengan undian berhadiah yang dibagikan di sela pertunjukan. Lima unit sepeda motor, sejumlah telepon seluler, televisi, hingga perangkat elektronik lainnya diundi langsung di hadapan penonton.

Puncaknya, empat tiket umrah menjadi hadiah utama yang paling dinanti. Sorak sorai membahana saat nama pemenang diumumkan, disambut tepuk tangan dan ucapan selamat dari warga yang masih bertahan hingga menjelang fajar.

Lakon “Semar Mbangun Kayangan” sendiri mengisahkan tentang upaya Semar memulihkan kahyangan yang kacau akibat keserakahan dan ego para dewa. Dengan pendekatan moral dan kebijaksanaan, Semar mengingatkan bahwa kekuasaan tanpa kerendahan hati akan membawa kehancuran.

Pesan itu terasa relevan dengan kehidupan sosial masa kini. Di tengah keragaman masyarakat Kalimantan Timur, pagelaran wayang kulit malam itu menjadi ruang refleksi bersama: bahwa keharmonisan hanya dapat tumbuh jika nilai moral, persatuan, dan saling menghormati dijaga oleh semua pihak.

Tinggalkan Komentar