RKPD 2027 Disiapkan, Pemkot Balikpapan Percepat Pembangunan SDM dan Infrastruktur Menuju Visi 2045
Gerbangkaltim.com, Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan mulai mematangkan arah pembangunan tahun 2027 sebagai bagian dari tahapan percepatan menuju visi jangka panjang 2045. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Forum Konsultasi Publik Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 yang digelar di Aula Balai Kota, Kamis (19/2/2026).
Wali Kota Rahmad Mas’ud menyampaikan bahwa tahun 2027 akan menjadi fase akselerasi pembangunan, setelah 2026 difokuskan pada penguatan fondasi strategis daerah. Tahapan ini dinilai krusial untuk memastikan implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 berjalan konsisten dan terukur.
Menurut Rahmad, setiap program dalam RKPD harus selaras dengan visi besar menjadikan Balikpapan sebagai pusat industri dan jasa yang maju, inklusif, serta berkelanjutan pada 2045. Ia menekankan pentingnya indikator kinerja yang jelas agar pembangunan tidak berjalan tanpa arah.
Tema pembangunan 2027 diarahkan pada penguatan kota yang nyaman dihuni seluruh lapisan masyarakat. Fokusnya meliputi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), pertumbuhan ekonomi bernilai tambah, pembangunan infrastruktur tangguh, serta tata kelola pemerintahan yang inovatif dan responsif.
Sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara, Balikpapan menghadapi dinamika baru berupa peningkatan mobilitas penduduk, arus investasi, dan kebutuhan layanan publik. Kondisi tersebut menuntut kesiapan sistem perencanaan kota yang adaptif dan berorientasi jangka panjang.
Dalam rancangan awal RKPD 2027, Pemkot menetapkan sembilan agenda prioritas. Di antaranya reformasi birokrasi berbasis integritas dan percepatan layanan, peningkatan mutu pendidikan dan kesehatan, percepatan penurunan stunting, pengendalian banjir terpadu, serta pemerataan akses air bersih.
Selain itu, penguatan kualitas lingkungan hidup, pengembangan sektor meeting, incentive, convention and exhibition (MICE) dan pariwisata, pengembangan ekonomi kreatif, hingga konsistensi mempertahankan predikat kota ramah anak juga menjadi fokus kebijakan.
Rahmad menegaskan bahwa investasi utama daerah terletak pada pembangunan manusia. Pendidikan, kesehatan, serta penguatan karakter generasi muda diposisikan sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan tidak lagi bertumpu pada sektor ekstraktif.
Forum konsultasi publik tersebut melibatkan DPRD, akademisi, pelaku usaha, dan tokoh masyarakat. Partisipasi lintas sektor diharapkan menghasilkan dokumen RKPD 2027 yang aspiratif, realistis, serta memiliki indikator capaian yang terukur.
Melalui proses ini, Pemkot Balikpapan menargetkan arah pembangunan 2027 mampu menjawab tantangan perubahan sekaligus menjaga identitas kota sebagai daerah yang nyaman, religius, dan berdaya saing tinggi.
Sumber: Pemerintah Kota Balikpapan
BACA JUGA
