polda kaltim
Kasubbid Penmas Humas Polda Kaltim AKBP Yustiadi mewakili Kabid Humas Polda Kaltim memberikan sambutan.

Sambut Era Industri 4.0: Polda Kaltim-ITK Gelar Sosialisasi Peran Mahasiswa di Era Perkembangan Teknologi

Balikpapan, Gerbangkaltim.com,– Untuk menyambut industri 4.0, Bidang Humas Kepolisian Daerah (Polda) Kaltim bersama Institut Teknologi Kalimantan (ITK) menggelar sosialisasi dengan tema: Peran Mahasiswa di Era Perkembangan Teknologi.

Sosialisasi  diadakan di Auditorium Lab terpadu ITK KM 15 Jl. Soekarno-Hatta, Karang Joang, Balikpapan Utara Kamis, 17 Maret 2022. Kegiatan ini diikuti puluhan mahasiswa ITK dari berbagai prodi yang mengikuti secara langsung.

Di samping itu ratusan mahasiswa lainnya mengikuti secara daring melalui Chanel Youtube ITK. Hadir pula Kasubbid Penmas Humas Polda Kaltim AKBP Yustiadi mewakili Kabid Humas Polda Kaltim, dan Rektor ITK Prof. Ir. Budi Santosa, M. Sc., Ph. D, serta dosen pendamping.

Tampak hadir dalam sosialisasi ini, Humas ITK, Duta Humas Polda Kaltim, Staf Bidhumas Polda Kaltim, BEM ITK.

Sebagai tanda kerjasama antara Polda Kaltim dengan ITK, Bidhumas Polda Kaltim saling tukar plakat dengan Rektor ITK.

Rektor ITK Prof. Ir. Budi Santosa pada kesempatan itu mengatakan di era digital ini, informasi cepat berkembang beigtu cepat. Menyebar begitu cepat. Mahasiswa harus critical thinking. Jangan menerima informasi ditelan mentah-mentah.

“Jangan NKRI ini rusak gara-gara informasi yang tidak tepat, karena banyak informasi yang bisa merusak kesatuan. Kita harus bisa menyaring dan berpikir kritis dan menimbang-nimbang,” kata Rektor ITK.

Penyerahan dan tukar menukar plakat dari Polda Kaltim ke Rektor ITK.

Rektor berharap mudah-mudahan lewat sosialisasi ini, kita menjadi waspada dalam menyaring, menerima informasi. Mana yang benar. Mana yang baik dan yang bermanfaat.

“Pertama, apakah sesuatu yang kita sebarkan itu benar. Kalau ya, apakah itu baik. Ada kebenaranya itu disampaikan berhati-hati. Ketiga, apakah sesuatu yang baik itu bermanfaat. Sebab, ada yang baik tetapi tidak bermanfaat,” katanya.

Sementara itu, Kasubbid Penmas Humas Polda Kaltim AKBP Yustiadi pada kesempatan itu mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu program Kapolri yakni penguatan sistem komunikasi publik.

Mengingat saat ini ada dua fenomena dunia yang berpengaruh yakni demokrasi ditandai dengan penguatan media dan globalisasi.

Di era teknologi media sosial seperti Twitter, Facebook, Instagram dan Blog, saat ini yang menjadi wahana yang turut mewarnai wacana di ruang-rubang publik. Medsos dianggap lebih emansipatif dan egaliter, karena dapat langsung menyuarakan pandangan individu ke ranah pbulik. Namun demikian medsos perlu digunakan dengan bijak agar tidak mengubah budaya Indonesia yang toleran dan ramah.

”Untuk itu, Polri mengajak mahasiswa di Balikpapan khususnya ITK, dapat berinorvasi  di bidang tekonologi, dan menjadi pelopor di bidang teknologi,“ ujar Yustiadi.

Paparan Narasumber Terkait Peran Mahasiswa di Era Teknologi

Sementara itu pada sesi paparan, dua nara sumber dihadirkan Wiji Winarko, SH., MH, dan M. Gilvy Laggawan Putra, S.Kom, M.Mt. yang membahas tentang: “Peran Mahasiswa Di Era Perkembangan Teknologi”.

Pemateri Wiji Winarko, SH., MH,mengawali presentasinya dengan sub tema: Cerdas berkomunikasi dengan teknologi. Peserta diajak untuk mengungkapkan apa itu cerdas, komunikasi dan teknologi.

Pada saat menjelaskan tentang komunikasi jaman dulu hingga sekarang, banyak generasi sekarang yang tidak mengenal alat-alat komunikasi yang dipakai sebelum era digital.

Misalnya, dulu orang menggunakan komunikasi dengan teknologi yang sederhana dengan benda-benda di sekitar. Dulu digunakan merpati pos untuk mengirim pesan. Kemudian komunikasi menggunakan kentongan khususnya yang dipasang di pos ronda. Pesan dikirim dengan bunyi-bunyi tertentu. Berkembang lebih jauh, komunikasi menggunakan sandi morse. Alat ini menjadi cikal bakal telegrap. Dan terakhir alat pengirim pesan melalui pager. Pesan yang dikirim sudah berbentuk tulisan, namun masih sebatas satu arah dan melalui operator.

Pada dasarnya, komunikasi sudah ditemukan sejak dulu. Teori komunikasi menurut Shannon & Weaver (1949) adalah bentuk interaksi manusia yang saling mempengaruhi satu sama lain, sengaja atau tidak sengaja dan tidka terbatas pada komunikasi verbal, tetapi juga dalam hal ekspresi muka, lukisan, seni dan teknologi.

Gelombang Perkembangan Revolusi Industri secara garis besar digambarkan dengan Industrti 1.0, industri 2.0, industri 3.0 dan yang kini kita berada di era industri 4.0

Gelombang peradaban manusia menurut Keidanren pakar dari Jepang bahwa Society 4.0 ini terjadi saat Revolusi Industri 4.0 (yang ditandai dengan Artificial Intelligent/AI dan Internet of Things/IoT).

Respon atas merebaknya Revolusi Industri 4.0 tersebut, maka mulai muncul Society 5.0. Era ini promosi manusia sebagai pusat kehidupan, bukan teknologi. Dengan kata lain, berkembangnya Society 5.0 merupakan bentuk respon agar AI dan IoT yang begitu kuat pada Revolusi Industri 4.0 tidak sampai menggantikan peran manusia sebagai pusat kehidupan, sehingga keduanya dapat berjalan bersama meningkatkan kesejahteraan manusia.

“Saat ini akses internet dan sosmed meningkat tajam. Pengguna internet saat ini 202,6 juta, sedangkan pengguna medsos 170 juta. Rata-rata setiap hari kita mengakses internet selama 8 jam, dan yang untuk medsos selama 3 jam 41 menit,” kata Wiji memaparkan data internet.

Wiji
Pemaparan narasumber dalam sosialisasi.

Menurut Wiji, kemampuan Literasi digital menjadi hal yang penting pada era tekonologi ini, karena literasi digital merupakan sikap suatu individu dalam menggunakan dan memanfaatkan media digital secara efisien dan efektif di berbagai bidang.

Di samping itu, Literasi digital menjadi penyeimbang kemajuan teknologi yang sangat pesat saat ini. Karena mahir dalam akademik saja tidak cukup, maka dari itu harus diimbangi dengaan literas digital yang sangat bermanfaat dalam menghadapi tantangan zaman.

Literasi digital juga menjadi penunjang dalam mencari referensi di berbagai bidang.

“Literasi digital juga membuat mahasiswa memiliki skill untuk berfikir kritis dalam menghadapi masalah, berkomunikasi dengan orang lain, team work, budaya membaca, dan belajar menciptakan karya mereka sendiri,” kata Wiji.

Pada akhir paparannya, Wiji menjelaskan soal teknopreneur di Era Industri 4.0. Knowledge:: Dasar pengetahuan seorang teknopreneur. Skill: Kemampuan yang dimiliki, Attitude: Sikap mental yang tertanam.

Sedangkan peluang-peluang bisnis dan teknologi di era industri 4.0 antara lain: AI, Cloud Computing, Blockchain, Syber Security, IoT, 5G, Quantum Computing, Big Data, AR & VR, Robotik.

Di akhir sesinya, Wiji mengatakan mahasiswa cerdas dalam berkomunikasi dengan pedoman, Pertama: Pilih platform yang sesuai. Kedua: Patuhi etika dan aturan. Ketiga: Tentukan tujuan komunikasi dan Keempat: melakukan mitigasi komunikasi.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: