Balikpapan,Gerbangkaltim.com – Satgas Penanganan COVID-19 Kota Balikpapan mengumumkan ada temuan klaster baru penderita COVID-19 yakni klaster Mini Market Graha Indah, Balikpapan Utara. Dalam klaster ini sebanyak 9 orang dinyatakan positif COVID-19

“Kami laporkan juga pada hari ini terdapat terjadi kalster baru yaitu pada salah satu mini market di daerah Graha Indah, Balikpapan Utara,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty, Jumat (18/06/2021).

Dio sapaan akrabnya mengatakan, dalam klaster baru Mini Market ini, terdapat 5 karyawan terpapar covid-19 termasuk 4 warga sekitar juga, sehingga total jumlah warga yang terpapar 9 orang.

“5 pegawai positif COVID-19, selain itu warga disamping mini market tersebut juga ternyata terkonfirmasi positif 4 orang, sehingga total ada 9 orang dari klaster di wilayah Graha Indah.” ujarnya.

Sementara dalam rilisnya, Satgas Penanganan Covid-19 Kota Balikpapan melaporkan, ada penambahan 47 kasus positif baru hari ini dengan 25 pasien sembuh dan 2 kasus kematian.

Kepala bidang penegakan displin Satgas Covid-19 Kota Balikpapan Zulkifli mengatakan, untuk mencegah peningkatan angka terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Balikpapan, Pemkot Balikpapan mengeluarkan surat edaran walikota yang terbaru nomor 300/2382/Pemerintahan yang akan mulai berlaku pada Jumat (18/6/2021).

“Ada beberapa point yang kembali ditegaskan, pertama terkait pengetatan mobilitas yaitu disemua pintu masuk ke Balikpapan, seperti di Bandara dan pelabuhan,” ujar Zulkifli.

Zulkifli menambahkan yang kedua kebijakan pendisipilinan protokol kesehatan (prokes) di lingkungan masyarakat.

“Kita mengintensifkan kembali pendispilnan 5M dimasyarakat, terutama yang menimbulkan kerumunan,” paparnya.

Zulkifli menegaskan, satu hal yang penting dalam surat edaran tersebut adalah bahwa dalam waktu 14 hari ini pemerintah kota tidak akan menerima tamu dari luar, membatasi perjalanan dinas bagi ASN.

Sedangkan untuk acara sosial budaya dan pernikahan akan membatasi untuk acara yang dilaksanakan di gedung hanya boleh 25 persen dari 50 persen kapasitas gedung.

“Kemudian yang menggelar acara pernikahan di rumah, tadinya 200 undangan kita turunkan menjadi 100 undangan kita batasi dan perketat,” tegasnya.

Pendisplinan prokes di lingkungan perusahaan juga akan dilakukan dengan mengintensifkan monitoring ke unit-unit kegiatan perusahaan di lapangan.

“Artinya kami mengecek pemberlakukan prokes dan apabila terjadi semacam pelanggaran prokes dan ada klaster diunit usaha yang bersangkutan, maka nanti dikenakan punisment antara 10 sampai 14 hari penutupan unit kegiatan tersebut,” jelasnya.

Begitupun untuk kegiatan tracing dan karantina akan ditingkatkan di dalam kebijakan ini, apabila terjadi dua kasus baru dalam satu rumah maka nanti dilakukan tracing massal di lokasi tersebut.

“Juga diberlakukan secara ketat lima hari untuk masing-masing orang yang kontak erat untuk melakukan karantina secara mandiri,” tutupnya.

Share.
Leave A Reply