Semarak Imlek 2026, Pertunjukan Barongsai Gratis Hibur Keluarga di Balikpapan

Imlek
Warga yang ingin mengajak anak-anak menikmati hiburan gratis dapat menyaksikan pertunjukan barongsai yang digelar di sejumlah pusat keramaian, Selasa (17/2/2026).

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, berlangsung meriah. Warga yang ingin mengajak anak-anak menikmati hiburan gratis dapat menyaksikan pertunjukan barongsai yang digelar di sejumlah pusat keramaian, Selasa (17/2/2026).

Atraksi budaya Tionghoa ini terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya. Selain menjadi tontonan menarik bagi anak-anak, pertunjukan barongsai juga menjadi ruang perjumpaan lintas budaya di tengah masyarakat kota minyak tersebut.

Tiga Lokasi Pertunjukan
Berdasarkan informasi dari komunitas Barongsai Setya Dharma Balikpapan, pertunjukan digelar di tiga lokasi berbeda sepanjang hari.

Penampilan pertama berlangsung pukul 10.30 WITA di kawasan Grand City Balikpapan.

Memasuki siang hari, barongsai tampil kembali pukul 13.00 WITA di E-Walk Balikpapan Super Block.

Sementara itu, pertunjukan penutup digelar pukul 16.00 WITA di Balikpapan Plaza.

Gerakan lincah para pemain di balik kostum singa berwarna cerah, diiringi tabuhan genderang dan simbal yang ritmis, sukses memancing perhatian pengunjung pusat perbelanjaan. Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap gerakan, bahkan sesekali berinteraksi ketika barongsai mendekat ke arah penonton.

Salah satu yang paling ditunggu adalah atraksi barongsai tonggak. Dalam pertunjukan ini, pemain melompat dari satu tiang ke tiang lain dengan ketinggian bervariasi. Aksi akrobatik tersebut menuntut keseimbangan dan kekompakan tim, sekaligus memacu adrenalin penonton.

Warisan Budaya Ratusan Tahun

Barongsai bukan sekadar hiburan. Tarian ini memiliki sejarah panjang dalam kebudayaan Tionghoa. Sejumlah literatur menyebutkan, barongsai telah dikenal sejak masa Dinasti Selatan dan Utara (sekitar abad ke-5 Masehi), kemudian berkembang pesat pada era Dinasti Tang.

Dalam tradisi Tiongkok, singa dipercaya sebagai simbol keberanian, kekuatan, dan pembawa keberuntungan. Pertunjukan barongsai biasanya digelar untuk mengusir roh jahat sekaligus menghadirkan energi positif di awal tahun baru.

Di Indonesia, barongsai telah menjadi bagian dari khazanah budaya masyarakat Tionghoa sejak berabad-abad lalu. Namun, pertunjukan ini sempat mengalami pembatasan pada masa Orde Baru. Setelah reformasi 1998, barongsai kembali tampil secara terbuka dan kini menjadi bagian dari perayaan Imlek nasional.

Di Balikpapan, pertunjukan barongsai setiap Imlek kerap menjadi agenda yang dinanti warga. Selain menghibur, kegiatan ini memperkenalkan nilai-nilai toleransi dan keberagaman kepada generasi muda.

Alternatif Rekreasi Edukatif

Bagi orangtua, agenda ini menjadi alternatif rekreasi keluarga yang edukatif. Anak-anak tidak hanya menikmati pertunjukan penuh warna, tetapi juga belajar mengenal tradisi budaya yang berbeda.

“Setiap tahun kami selalu mengajak anak menonton barongsai. Selain seru, ini juga mengenalkan mereka pada budaya Tionghoa,” ujar Wati (34), salah satu pengunjung di Balikpapan Plaza.

Untuk kenyamanan bersama, pengunjung disarankan datang lebih awal agar memperoleh posisi menonton yang strategis. Orangtua juga diimbau tetap mengawasi anak-anak selama pertunjukan berlangsung, mengingat area biasanya dipadati penonton.

Di tengah kesibukan kota, dentuman genderang dan gerakan dinamis barongsai siang itu menjadi pengingat bahwa perayaan bukan hanya tentang tradisi, tetapi juga tentang kebersamaan.

Tinggalkan Komentar