Tim Hiu Biru Satpolairud Membungkam Jejak Gelap di Perairan Paser
PASER – Gerbangkaltim.com – Senja turun pelan di pesisir Muara Adang, Rabu sore itu (11/02/2026) . Angin laut berembus lembut, menggoyangkan perahu-perahu yang bersandar setia di tepian. Langit Longikis berwarna jingga, seolah tak menyimpan firasat apa pun tentang sebuah langkah tegas yang tengah disiapkan.
Namun di balik tenangnya air, ada gelombang lain yang bergerak.
PASER, Gerbangkaltim.com – Sekitar pukul 17.00 WITA, Tim Hiu Biru Satpolairud Polres Paser meluncur dengan senyap. Informasi tentang dugaan transaksi narkotika di kawasan pesisir telah mereka terima. Bagi tim yang terbiasa menyisir perairan, setiap kabar adalah isyarat—bahwa laut bukan hanya menyimpan ikan dan harapan, tetapi kadang juga ancaman.
Rumah sederhana di Desa Muara Adang itu tampak biasa saja dari luar. Tak ada tanda-tanda mencolok. Namun sore itu, pintu rumah tersebut menjadi saksi berakhirnya perjalanan seorang pria berinisial L (40). Ia diduga menjadi bagian dari mata rantai gelap peredaran sabu di wilayah pesisir Paser.

Di dalam rumah itulah, dua paket sabu dengan berat bruto 7,79 gram ditemukan. Benda-benda kecil yang kerap menjadi perantara kehancuran: timbangan digital, pipet kaca, sendok takar plastik, dan plastik klip kemasan. Dua unit telepon genggam dan uang tunai sebesar Rp 25.000 turut diamankan—potongan kecil dari jejak transaksi yang kini terhenti.
Laut tetap tenang di luar sana. Namun di dalam rumah itu, sebuah babak baru dimulai.
Kapolres Paser AKBP Novy Adi Wibowo, S.I.K., M.H., melalui Kasat Polairud AKP Andi Ferial, S.H., S.IP., membenarkan pengungkapan tersebut. Ia mengapresiasi kerja keras Tim Hiu Biru yang tak kenal lelah menjaga wilayah perairan dari ancaman narkoba.
“Kami akan terus berkomitmen untuk memberantas peredaran narkoba dan menjaga keamanan di wilayah Paser,” tegasnya.

Kalimat itu bukan sekadar pernyataan resmi. Di daerah pesisir, narkoba bukan hanya perkara hukum—ia adalah ancaman bagi keluarga nelayan, bagi anak-anak yang tumbuh di antara debur ombak dan cita-cita sederhana.
Kini, L telah dibawa ke Mako Satpolairud Polres Paser untuk menjalani proses hukum. Penyelidikan terus dikembangkan, menyusuri kemungkinan jaringan yang lebih luas—seperti menelusuri arus yang tak terlihat di bawah permukaan laut.
Di Muara Adang, malam pun turun. Lampu-lampu rumah menyala satu per satu. Laut kembali menjadi ruang sunyi yang menenangkan. Namun bagi Tim Hiu Biru, tugas belum usai. Mereka tahu, menjaga pesisir berarti menjaga masa depan—agar ombak yang datang esok hari hanya membawa harapan, bukan ancaman.
BACA JUGA
