TPID Perkuat Sinergi Pasokan Pangan, Bank Indonesia Balikpapan Fasilitasi Business Matching Produsen Lokal dengan SPPG-MBG

TPID Balikpapan
TPID bersama Bank Indonesia Balikpapan menggelar business matching antara produsen dan distributor pangan lokal dengan mitra SPPG-MBG guna menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

Gerbangkaltim.com, Balikpapan – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan memperkuat sinergi lintas daerah guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan. Langkah konkret dilakukan dengan memfasilitasi business matching antara produsen dan distributor pangan lokal dengan mitra pemasok SPPG-MBG di Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kabupaten Paser.

Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah sekaligus mitigasi potensi gejolak harga menjelang peningkatan operasional SPPG pada 2026. Seiring bertambahnya jumlah SPPG yang beroperasi di wilayah kerja KPwBI Balikpapan, kebutuhan pasokan bahan pangan diproyeksikan meningkat signifikan. Oleh karena itu, diperlukan pola kemitraan yang terstruktur agar pasokan tetap terjaga tanpa memicu tekanan inflasi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan menegaskan bahwa optimalisasi pemanfaatan produk pangan lokal dalam rantai pasok SPPG-MBG diharapkan mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah. Perputaran ekonomi dari belanja bahan pangan lokal dinilai dapat memperkuat sektor pertanian, peternakan, perikanan, serta industri olahan pangan setempat.

Pelaksanaan business matching telah digelar pada 4–5 Februari di Balikpapan, 9 Februari di Paser, dan 10 Februari di Penajam Paser Utara. Dalam forum tersebut, dipaparkan profil produsen dan distributor, kapasitas produksi, ketersediaan pasokan, serta jenis komoditas yang dibutuhkan SPPG secara periodik. Komoditas dimaksud meliputi sayuran, buah-buahan, telur ayam ras, daging ayam ras, daging sapi, serta produk olahan seperti tahu dan tempe.

TPID Kota Balikpapan bahkan menyusun booklet profil produsen dan distributor sebagai panduan bagi mitra SPPG dalam melakukan penjajakan kerja sama lebih lanjut. Pada tahap pendalaman yang berlangsung 9 Februari 2026, dibahas secara teknis spesifikasi produk, volume pasokan, periode ketersediaan, hingga struktur harga.

Hasilnya, untuk wilayah Balikpapan telah teridentifikasi delapan kesepakatan awal antara produsen/distributor dengan mitra SPPG yang akan difinalisasi dalam High Level Meeting (HLM) TPID gabungan pada 18 Februari 2026. Sementara di Paser, prioritas awal difokuskan pada pasokan telur ayam ras. Adapun di Penajam Paser Utara, kerja sama tahap awal diarahkan pada produsen tahu dan tempe.

Sinergi ini diharapkan menjadi model kolaborasi berkelanjutan dalam menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Sumber: Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan

Tinggalkan Komentar