Pemkot
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dsidikbud) Kota Balikpapan Purnomo

Tutor Kunjungan Disiapkan Bagi Anak Yang Tidak Bisa Bersekolah Formal

image_pdfimage_print

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan terus berkomitmen untuk memberikan fasilitasi belajar kepada anak usia sekolah yang tidak bisa bersekolah di sekolah formal untuk tetap mendapatkan pendidikan melalui tutor kunjung.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dsidikbud) Kota Balikpapan Purnomo mengatakan, melalui program kunjung, ada tenaga pendidik yang akan mendatangi anak usia sekolah untuk tetap mengenyam pendidikan.

“Anak-anak kita yang dipinggiran, anak-anak kita yang sambil membantu orangtuanya bekerja itu juga kita fasilitasi,” ujarnya, Minggu (6/11/2022).

Dikatakannya, anak-anak usai sekolah yang tidak seberuntung anak lain sebayanya yang bisa bersekolah pada pagi hingga sore disekolah formal. Namun mereka justru harus membantu orangtuanya bekerja, sehingga tak punya waktu sekolah.

“Untuk mereka ini kita punya tutor kunjung yang akan datang ke komunitas-komunitas mereka yang anak-anaknya tidak bisa di pagi hari, mungkin mereka bisa berkumpul pada malam hari,” tegasnya.

Purnomo menambahkan, melalui tutor kunjung tersebut anak-anak yang tidak punya waktu untuk bersekolah di sekolah formal, tetap masih bisa belajar. Sehingga masih tetap bisa meraih dan mewujudkan cita-citanya.

“Jadi kita menyediakan sekolah non formal yang pelaksanaannya juga tidak kalah dengan pendidikan formal” ungkapnya.

Anak-anak ini pada umumnya,
lanjut Purnomo, juga bisa mengikuti proses pembelajaran di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Dan juga diberikan kesempatan untuk mengikuti program kejar paket A, B dan C.

“Nah tutor kunjung kita yang berkunjung disana, memberi pelajaran, misalnya di kejar paket A SD, Pake B SMP atau Paket C SMA,” paparnya.

Pornomo menegaskan, anak-anak yang tidak mengenyam Pendidikan bukan di sekolah formal juga penuh kreativitas.

“Jadi mereka tidak kalah dengan satuan dengan sekolah-sekolah formal,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *