Pemkot
Warga yang melakukan pengurusan administrasi kependudukan di Kantor Disdukcapil Kota Balikpapan, Jum'at (4/11/2022).

Warga Pendatang Diminta Segera Urus Adminduknya

image_pdfimage_print

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Balikpapan saat ini Kota Balikpapan mengalami fenomena urbanisasi penduduk yang besar dari yang berasal luar daerah. Pasalnya, ternyata masih banyak penduduk di Kota Balikpapan yang belum terdata secara administrasi kependudukan.

Kepala Sub Kordinator Pengolahan dan Penyajian Data Kependudukan Disdukcapil Balikpapan, Widiyoko mengatakan, beberapa alasan mengapa warga pendatang ini banyak yang tidak mengurus administrasi perpindahan kependudukannya.

Salah satu motivasi orang untuk datang ke Balikpapan adalah mencoba keberuntungan, terutama bagi mereka yang punya kemampuan berdagang, tukang hingga modal nekat.

“Di Balikpapan fenomenanya seperti itu, umumnya non formilnya dulu dicoba. Kalau untuk formilnya sudah pasti mengurus administrasi kepindahan kependudukan,” ujarnya, Jumat (4/11/2022).

Berdasarkan data kependudukan Kota Balikpapan mencapai 718.423 ribu jiwa penduduk atau bertambah 8.000 ribu dari 2021 lalu.

Rinciannya per semester pertama 2022 pada Januari ada 1.586, Februari ada 1.276, Maret ada1.482, April ada 956, Mei ada 708, Juni ada 1.832, Juli ada 3.001 dan Agustus ada 2.868. Total keseluruhan ada 13.709 ribu jiwa penduduk pendatang.

Widiyoko menambahkan, data tersebut sudah melalui Pengelolaan Data Admistrasi Kependudukan (PDAK), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, untuk Kota Balikpapan tak beda jauh selisihnya dengan jumlah pindah yang memiliki angka 2.947 dan 2.912 jumlah pendatang.

“Salah satu permasalahan wilayah perkotaan itu terkait kedatangan, penduduk pendatang yang terlihat dan tercatat itu lebih banyak yang terlihat, makanya kami juga bingung. Contoh pedagang kaki lima dan asongan yang mulai menjamur, umumnya berasal dari luar Balikpapan,” paparnya.

Ia berharap masyarakat bisa tertib administrasi kependudukan dan segala perubahan pun cepat dilakukan agar data itu selalu update.

“Tapi kalau secara pribadi yang lahir dan besar di sini, kita harap pendatang ini bisa membawa fenomena yang positif,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *