Imlek
Tarian barongsai dilakukan di di Klenteng Setya Dharma atau Guang De Miao Balikpapan sebagai tradisi leluhur sebelum tampil di tempat lainnya, Minggu (22/1/2023).

Warga Tionghoa Balikpapan Rayakan Imlek di Klenteng Guang De Miao

image_pdfimage_print

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Sudah menjadi tradisi setiap malam pergantian Tahun Baru Cina, maka warga Tionghoa Kota Balikpapan merayakannya dengan melaksanakan ibadah di 2023 di Klenteng Setya Dharma atau Guang De Miao Balikpapan. Begitu dengan Tahun Baru Cina 2023 ini, warga berduyun-duyung datang ke klenteng untuk berdoa.

Ketua Klenteng Setya Dharma Balikpapan, William Chandra mengatakan, setiap malam pergantian tahun baru cina, maka ratusan warga datang ke klenteng untuk beribadah.

“Jumlah umat yang hadir agak sulit dihitung karena ibadahnya tidak berjamaah. Jadi mereka datang, ibadah, terus pulang silih berganti. Tapi kalau estimasi bisa menampung hingga 300 orang,” ujarnya, Minggu (22/1/2023).

Wiliam mengatakan, rakaingan ibadah dimulai dengan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dilanjutkan kepada para dewa dan leluhur. Ibadah ini bagi umat Tionghoa khususnya di Balikpapan dalam rangka memanjatkan syukur.

“Kemudian nanti pagi kami ada barongsai. Barongsai adalah semacam tradisi umat Tionghoa untuk membuang sial dan mengundang rezeki,” lanjutnya.

“Jadi kami berekspektasi umat yang beribadah lebih banyak dari pada tahun sebelumnya. Biarpun tidak ada pembatasan, tetapi kita memasang (imbauan) prokes agar tetap memakai masker,” sambungnya.

Ketua Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin) Balikpapan, Charles mengatakan, kepercayaan warga Tionghoa tahun baru cina 2023 ini adalah tahun kelinci air. Dimana menurut kepercayaan warga Tionghoa, tahun kelinci air ini berkenaan dengan kecerdasan anak.
“Saya rasa di tahun kelinci, orang punya pendapat kalau punya anak lebih pintar. Jadi seolah agak pintar,” jelasnya.

Sehingga ada anggapan, lanjutnya, jika ada anak yang lahir di tahun kelinci akan dikaruniai kepintaran lebih. Sedangkan untuk perekonbomian, harapannya ada peningkatan yang positif.

“Kalau ekonomi, harapannya pasti membaik lah dari pada tahun sebelumnya. Kan PPKM sudah dibuka,” paparnya.

“Harapannya di tahun kelinci supaya masyarakat Balikpapan ini seluruhnya lebih baik, sejahtera sepanjang tahun, sukses usahanya,” ungkapnya.

Sementara itu Pelatih Barongsai Klenteng Setya Dharma atau Guang De Miao Balikpapan, Muhammad Wahyu Arung Samudera mengatakan, kehaditan tarian baringsai ditengah-tengah masyarakat saat ini sangat disambut antusias warga, setelah sempat terhentik selama pemberlakuan PPKM.

“Bahkan permintaan untuk penampilan tarian barongsai untuk tahun ini cukup banyak, ada sekitar 20 permintaan,” ujarnya.

Dikatakannya, permintaan tarian barongsai ini sebagaian besar dari mall-mall, hotel, kompleks permuhan dan rumah warga tionghoa.

“Dalam menampilkan tarian ini, kami membawa 6 barongsai,” jelasnya.

Wahyu menambahkan, ada kewajiban barongsai sembelum melakukan tarian ke mall-mall, hotel, kompleks permuhan dan rumah warga tionghoa yakni harus melakukan tarian ke klenteng terlebih dahulu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *