KADAR kolesterol yang tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan peredaran darah seperti serangan jantung dan stroke. Gejala awalnya terkadang sering kali tidak tampak secara jelas, sehingga sulit dideteksi sedari dini.

Meski begitu, para ahli mengungkap bahwa perubahan di area mata bisa menjadi indikator yang kuat, terutama bagi individu di bawah usia 45 tahun.

Perubahan yang dimaksud adalah munculnya lingkaran berwarna biru, abu-abu, atau putih di bawah bagian luar kornea yang merupakan penutup tipis mata. Kondisi yang juga disebut arcus senilis ini lebih sering terjadi pada pria daripada wanita.

Terlepas dari itu, para ahli mengakui bahwa arcus senilis ini tidak selalu menjadi tanda kolesterol tinggi karena juga dianggap sebagai tanda penuaan yang normal.

Namun, bila terjadi pada orang yang lebih muda, yakni di bawah 45 tahun, hal itu disebabkan oleh hiperlipidemia dan sebagian besar terkait dengan peningkatan risiko penyakit jantung.

Sebuah penelitian yang diterbitkan di National Library of Medicine telah menilik lebih jauh soal arcus senilis atau arkus kornea.

Dalam penelitian tersebut, 500 orang di atas usia 40 diskrining untuk arkus kornea dan dipelajari berkaitan dengan usia, jenis kelamin, kebiasaan diet, penebalan arteri perifer (pemeriksaan fundus), tekanan darah dan katarak terkait serta patologi fundus.

Hanya 225 dari 500 yang diskrining memiliki arkus kornea (45 persen). Peningkatan yang berbeda dalam insiden arkus kornea dengan usia dapat diamati dan lebih di atas usia 60 tahun.

“Arcus kornea hanya muncul pada 45 persen dari total 500 pasien yang diskrining di atas usia 40 tahun, namun itu hadir di lebih dari 70 persen kasus di atas 60 tahun,” ungkap penelitian tersebut seperti dilansir dari laman Express, Rabu (21/4/2022).

Sumber : PMJ NEWS

Share.
Leave A Reply