Wilayah Kaltim Ketambahan 3 Kasus Kematian Akibat Covid-19

Samarinda, Gerbang Kaltim.com – Wilayah Kalimantan Timur (Kaltim), kembali ketambahan kasus kematian akibat terserang virus Covid-19 berjumlah 3 kasus, Senin (21/3/2022).

Tiga kasus kematian itu tambahan dari wilayah Kabupaten Paser/Tanah Grogot dan Kota Balikpapan, masing-masing 1 dan 2 kasus. Sehingga jumlahnya menjadi 5.662 orang yang meninggal dunia.

Selain itu, Kaltim juga ada ketambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 berjumlah 170 kasus yang datang dari Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kota Samarinda, masing-masing 6 kasus.

Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dan Kabupaten Paser, masing-masing bertambah 13 kasus. Kabupaten Kutai Timur (Kutim) 18 kasus. Kabupaten Berau 20 kasus. Kabupaten Kutai Barat (Kubar) 23 kasus. Kota Bontang 29 kasus dan Kota Balikpapan 42 kasus.

Untuk kesembuhan pasien wilayah “Bumi Etam” juga bertambah 976 orang. Tambahannya datang dari Kabupaten Penajam Paser Utara 8 orang. Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) 13 pasien. Kota Bontang 52 orang.

Kabupaten Kutai Kartanegara 53 pasien. Kabupaten Kutai Timur 56 orang. Kabupaten  Paser 60 pasien. Kabupaten Berau 78 orang. Kota Balikpapan 167 pasien. Kabupaten Kutai Barat 227 orang dan Kota Samarinda 257 pasien.

Berdasarkan Infografis Satuan Tugas (Satgas) Covid-19/Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), melalui instagram resminya pertanggal 20 Maret 2022, pasien yang menjalani perawatan/isolasi tercatat 3.588 orang setelah berkurang 809 pasien.

Dari 10/kabupaten/kota, 9 daerah lainnya bergabung di zona merah alias daerah dengan kasus Covid-19 sangat tinggi.

Ke sembilan daerah yang berstatus zona merah itu Kabupaten Kutai Barat, Kota Balikpapan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kota Samarinda, Kota Bontang, Kabupaten Paser, Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Berau.

Sementara, wilayah Bupati Bonifasius Belawan Geh dan Wabup Yohanes Avun, yakni Kabupaten Mahakam Ulu berstatus zona oranye atau daerah dengan risiko sedang Covid-19.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: