Pemkot
Penyandang disabilitas warga Kota Balikpapan Yusuf dapat kesempatan mengikuti pelatihan membatik bagi warga Kota Balikpapan Tahun 2022 garapan DKUMKMP Balikpapan, Rabu (16/11/2022).

Yusuf Pembatik Disabilitas Binaan DKUMKMP Balikpapan

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Salah seorang penyandang disabilitas yang juga pengrajin batik di Kota Balikpapan yang mengikuti program pelatihan membatik bagi warga Kota Balikpapan tahun 2022 yang digelar di Workshop Batik Shaho Balikpapan oleh Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian Balikpapan adalah Yusuf, pemilik usaha Aneka Batik Balikpapan di Kilometer 8 Balikpapan Utara, Balikpapan Utara.

“Pelatihan ini sangat baik untuk pengrajin pemula maupun yang sudah lama, selain untuk penyegaran, kegiatan ini bisa juga dijadikan sebagai ajang saling tukar informasi dan pengetahuan tentang batik,” ujar Yusuf, Rabu (16/11/2022).

Sejak awal 2019, kata Yusuf, ia telah membuka usaha Aneka Batik Balikpapan di Kilometer 8 Balikpapan Utara. Semua hasil karyanya dijual di Aneka Batik Balikpapan miliknya, namun setelah pandemi covid-19 Maret 2020 lalu, terpaksa sementara ditutup.

“Sekarang penjualannya melalui online instragram Aneka Batik Balikpapan,” paparnya.

Dikatakannya, Hotel Novotel juga sebenarnya memberikan tempat bagi penyandang disabilitas yang tergabung dalam Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPI) Balikpapan.

Yusuf mengaku, awalnya bisa membatik karena mendapat kesempatan belajar di Jogyakarta. Selama 3 minggu belajar di Kota Gudeg, pengajar di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Balikpapan Tengah, itu begitu tekun hingga akhirnya lulus.

“Kebetulan pembina disabilitas Ibu Ety Nuzulianti almarhum, dia yang mengenalkan tentang batik, saya sampai disekolahkan ke Jogyakarta. Di Jogja saya kurang lebih 3 mingguan ditanggung almarhum ,” ceritanya.

“Sampai sekarang saya tahu tentang batik. Bisa dibilang almarhum sangat berjasa bagi saya. Almarhum dulu Humas Chevron,” tambahnya.

Setelah selesai, Yusuf kemudian balik ke Balikpapan dan sempat bekerja di Anirah Batik selama kurang lebih 3 tahun. Lalu mengundurkan diri dan sempat tak melakukan aktifitas membuat batik selama 4 bulan.

“Akhirnya saya memberanikan diri dengan keterbatasan saya mengumpul sedikit demi sedikit dari hasil kerja dulu, akhirnya saya membuka usaha juga sedikit-sedikit, saya bikin Aneka Batik Balikpapan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *