262 KK Miskin Ekstrem di Berau Terima Bantuan Pangan

Berau
emkab Berau menyalurkan bantuan bahan pangan kepada 262 kepala keluarga miskin ekstrem di delapan kampung sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan masyarakat. (Foto: Dok. Pemkab Berau)

Gerbangkaltim.com, Berau – Bantuan pangan di Berau menyasar 262 kepala keluarga (KK) yang masuk kategori miskin ekstrem di delapan kampung. Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pangan menyalurkan bantuan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Delapan kampung yang menjadi sasaran program tersebut yakni Kampung Siduung Indah, Punan Malinau, Tasuk, Biatan Ulu, Bohe Silian, Pantai Harapan, Tanjung Perepat, dan Teluk Sumbang.

Penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan hasil verifikasi data pemerintah. Langkah tersebut ditempuh agar bantuan tidak sekadar menyasar wilayah yang masuk dalam pemetaan rawan pangan, tetapi benar-benar diterima keluarga yang berada dalam kondisi paling membutuhkan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pangan Berau Tenteram Rahayu melalui Analis Ketahanan Pangan Muda Muhammad Jum’an mengatakan penentuan penerima mengacu pada data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).

“Pada pemetaan awal memang terdapat 15 kampung yang masuk kategori rawan pangan. Namun setelah dicocokkan dengan data P3KE, hanya delapan kampung yang memiliki warga pada kelompok desil satu atau kategori paling miskin sehingga menjadi prioritas penerima bantuan,” ujar Jum’an.

Data P3KE Jadi Dasar Penyaluran

Dari pemetaan awal, terdapat 15 kampung yang dikategorikan rawan pangan. Namun, setelah dilakukan pencocokan dengan basis data P3KE, hanya delapan kampung yang memiliki warga yang memenuhi kriteria prioritas.

Tujuh kampung lainnya tidak masuk dalam daftar penerima karena berdasarkan hasil verifikasi tidak ditemukan warga yang memenuhi indikator kemiskinan ekstrem dalam basis data tersebut.

Penggunaan data terverifikasi menjadi bagian penting dalam program bantuan pangan. Dengan pendekatan tersebut, pemerintah daerah berupaya memastikan bantuan diberikan kepada masyarakat sesuai kondisi dan tingkat kebutuhan.

Penyaluran bantuan sendiri telah dimulai dari wilayah Kecamatan Maratua. Distribusi kemudian dilanjutkan secara bertahap ke kampung-kampung lain hingga seluruh keluarga penerima mendapatkan bantuan.

Satu KK Dapat Paket Bahan Pokok

Bantuan yang diberikan kepada setiap keluarga penerima terdiri atas 20 kilogram beras, dua liter minyak goreng, dua kilogram gula pasir, serta satu rak telur ayam.

Komposisi bantuan tersebut diarahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan dasar keluarga. Bagi rumah tangga yang berada dalam kondisi ekonomi terbatas, dukungan bahan pangan dapat membantu mengurangi tekanan pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari.

Jum’an berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, terutama keluarga yang masuk kelompok paling rentan secara ekonomi.

“Kami berharap seluruh bantuan ini benar-benar diterima oleh warga yang berhak sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari dan sedikit meringankan beban ekonomi keluarga penerima,” katanya.

Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari perhatian Pemkab Berau terhadap persoalan kerawanan pangan. Penanganan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan makanan, tetapi juga memastikan kelompok masyarakat yang paling rentan memperoleh dukungan sesuai kebutuhannya.

Ketepatan data menjadi salah satu kunci agar intervensi pemerintah dapat memberikan dampak nyata. Melalui verifikasi penerima berdasarkan P3KE, bantuan diharapkan tidak berhenti sebagai distribusi bahan pangan, tetapi menjadi bentuk kehadiran pemerintah bagi keluarga yang membutuhkan.

Di delapan kampung sasaran, paket beras, minyak goreng, gula, dan telur tersebut diharapkan dapat membantu keluarga penerima melewati tekanan kebutuhan pangan sehari-hari sekaligus menjaga ketahanan pangan rumah tangga.

Sumber: Dinas Pangan Kabupaten Berau

Tinggalkan Komentar