30 Warga Binaan Lapas Banjarmasin Kantongi Sertifikat Bordir Sasirangan, Bekal Bangun Kemandirian Usai Bebas

Lapas Banjarmasin
Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah menyerahkan Sertifikat Kegiatan Kerja dan Pembinaan keterampilan lapas kepada peserta binaan Lapas, Senin (8/6/2026).

Banjarmasin, Gerbangkaltim.com— Sebanyak 30 warga binaan di Lapas Kelas IIA Banjarmasin menerima sertifikat pelatihan bordir sasirangan sebagai bentuk pengakuan atas keterampilan yang telah mereka kuasai selama mengikuti program pembinaan kemandirian.

Sertifikat tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, didampingi jajaran Seksi Kegiatan Kerja dan pembinaan keterampilan lapas kepada peserta binaan, Senin (8/6/2026).

Pelatihan bordir sasirangan yang diikuti para warga binaan merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pelita Warna yang didukung PT Pelindo Sub Regional Kalimantan. Program tersebut dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan kerajinan khas Kalimantan Selatan yang memiliki nilai budaya sekaligus potensi ekonomi.

Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, mengatakan pelatihan keterampilan menjadi salah satu fokus pembinaan yang terus dikembangkan guna mempersiapkan warga binaan kembali ke tengah masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Pelindo Sub Regional Kalimantan yang telah memberikan dukungan melalui program TJSL Pelita Warna. Kolaborasi seperti ini sangat penting dalam mendukung pembinaan kemandirian warga binaan,” kata Akhmad Herriansyah.

Menurut dia, keterampilan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat menjadi modal bagi warga binaan untuk membuka usaha maupun mencari pekerjaan setelah menyelesaikan masa pidana.

“Kami berharap keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal yang bermanfaat serta membuka peluang usaha dan pekerjaan setelah mereka kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Pelatihan tersebut mencakup pengenalan teknik dasar hingga praktik pembuatan bordir sasirangan. Seluruh peserta yang dinyatakan lulus mendapatkan sertifikat sebagai bukti telah menyelesaikan rangkaian pelatihan dan memiliki kompetensi dasar di bidang tersebut.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Bagus Paras Etika menjelaskan, sertifikat yang diberikan menjadi salah satu bentuk apresiasi atas kesungguhan peserta dalam mengikuti program pembinaan.

“Sertifikat ini menjadi bukti bahwa para peserta telah mengikuti seluruh tahapan pelatihan dan memiliki keterampilan dasar di bidang bordir sasirangan. Kami berharap kemampuan yang diperoleh dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat nyata bagi masa depan mereka,” katanya.

Salah seorang peserta pelatihan berinisial WW mengaku memperoleh banyak pengalaman baru selama mengikuti kegiatan tersebut. Selain mempelajari teknik membordir sasirangan, ia juga belajar mengenai kedisiplinan dan ketelitian dalam bekerja.

“Pelatihan ini memberikan banyak pengalaman dan keterampilan baru bagi kami. Selain belajar membordir sasirangan, kami juga belajar untuk lebih disiplin, teliti, dan produktif. Semoga ilmu yang kami peroleh dapat menjadi bekal setelah bebas nanti,” ujar WW.

Akhmad menambahkan, sertifikat yang diterima warga binaan tidak hanya menjadi tanda berakhirnya pelatihan, tetapi juga pengakuan atas kompetensi yang telah dimiliki. Dengan bekal keterampilan tersebut, warga binaan diharapkan memiliki kepercayaan diri lebih besar untuk membangun kehidupan yang mandiri setelah kembali ke masyarakat.

Melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk PT Pelindo Sub Regional Kalimantan, Lapas Kelas IIA Banjarmasin terus memperkuat program pembinaan berbasis keterampilan sebagai bagian dari upaya mendukung reintegrasi sosial warga binaan dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemasyarakatan.

Tinggalkan Komentar