500 Warga Binaan Lapas Banjarmasin Jalani Skrining Kesehatan, TB hingga Kesehatan Jiwa

Lapas Banjarmasin
Sebanyak 500 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin menjalani pemeriksaan dan skrining kesehatan gratis secara bertahap selama lima hari. Selasa (22/9/2026).

Banjarmasin, Gerbangkaltim.com — Sebanyak 500 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin menjalani pemeriksaan dan skrining kesehatan gratis secara bertahap selama lima hari.

Kegiatan itu digelar Lapas Banjarmasin bekerja sama dengan Puskesmas Pelambuan dan Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Selasa (22/9/2026).

Pemeriksaan tidak hanya mencakup kondisi fisik, tetapi juga skrining tuberkulosis (TB), HIV, hingga kesehatan jiwa.

Kegiatan dibuka Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah di Aula Lapas Banjarmasin.

Pemeriksaan melibatkan petugas Klinik Lapas Banjarmasin bersama tim kesehatan Puskesmas Pelambuan dan perwakilan Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin.

Akhmad Herriansyah mengatakan pemeriksaan kesehatan menjadi bagian penting dalam memastikan kondisi kesehatan warga binaan tetap terpantau selama menjalani masa pembinaan.

“Kesehatan warga binaan merupakan hal yang harus kita perhatikan bersama. Melalui kegiatan ini, saya berharap seluruh warga binaan dapat mengikuti pemeriksaan dengan baik dan memanfaatkan layanan kesehatan yang diberikan,” ujar Akhmad Herriansyah.

Dalam pemeriksaan awal, warga binaan menjalani pengukuran tinggi dan berat badan, lingkar perut, serta tekanan darah. Petugas juga menggali informasi mengenai riwayat penyakit maupun keluhan kesehatan yang sedang atau pernah dialami.

Pemeriksaan kemudian dilanjutkan dengan skrining penyakit tertentu. Untuk mendeteksi TB, petugas mengambil sampel dahak dari warga binaan. Sementara skrining HIV dilakukan melalui pengambilan sampel darah.

Aspek kesehatan jiwa juga menjadi bagian dari pemeriksaan. Warga binaan menjalani skrining menggunakan Brief Jail Mental Health Screen (BJMHS) untuk membantu mengidentifikasi secara awal kemungkinan adanya masalah kesehatan jiwa.

Dokter Lapas Banjarmasin, dr. Yayuk Ruwaidah, mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk mendapatkan gambaran kondisi kesehatan warga binaan dari berbagai aspek.

“Selain pemeriksaan fisik, kami menggali riwayat penyakit dan keluhan yang dirasakan. Skrining TB dilakukan melalui pengambilan sampel dahak, sedangkan untuk HIV menggunakan sampel darah. Kami juga melakukan BJMHS untuk melihat kondisi kesehatan jiwa secara awal,” kata Yayuk.

Pelayanan kesehatan tersebut turut melibatkan Ketua Tim Puskesmas Pelambuan dr. Putri Raditha Effendi bersama Hj. Nurhayati Dewi, Muhammad Haris Saputra, Norhidayati, dan Miftahul Jannah.

Perwakilan Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, drg. Irma Setiawaty, M.Si., mengatakan pemeriksaan tersebut dapat membantu memastikan warga binaan memperoleh layanan kesehatan sekaligus menjadi dasar untuk menentukan tindak lanjut apabila ditemukan kondisi yang membutuhkan penanganan.

Menurut dia, hasil pemeriksaan dapat menjadi bahan bagi petugas kesehatan untuk memberikan layanan sesuai kondisi masing-masing warga binaan.

Salah seorang warga binaan berinisial R mengaku terbantu dengan pemeriksaan tersebut. Ia mengatakan layanan yang diberikan membuat warga binaan dapat mengetahui kondisi kesehatan sekaligus menyampaikan keluhan kepada tenaga medis.

“Pemeriksaannya lengkap. Kami bisa mengetahui kondisi kesehatan dan menyampaikan keluhan kepada petugas kesehatan,” ujar R.

Pemeriksaan dan skrining kesehatan dijadwalkan berlangsung secara bertahap selama lima hari hingga seluruh 500 warga binaan yang menjadi sasaran mendapatkan pelayanan.

Tinggalkan Komentar