KPB dan Pertamina Trans Kontinental Perkuat Sinergi Kelola Infrastruktur Maritim Penunjang RDMP Balikpapan
Balikpapan, Gerbangkaltim.com – PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) dan PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) memperkuat sinergi dalam pengelolaan infrastruktur maritim melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) terkait layanan jasa kepelabuhanan, marine, dan konstruksi untuk mendukung fasilitas Single Point Mooring (SPM) berkapasitas 320.000 Deadweight Tonnage (DWT) serta jetty penunjang operasional kilang.
Kerja sama tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama KPB Bambang Harimurti dan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PTK Eko Cahyadi di Balikpapan pada 5 Juni 2026.
Melalui kesepakatan itu, PTK akan memberikan dukungan layanan operasional di fasilitas pelabuhan dan terminal laut milik KPB, mulai dari pemanduan kapal saat sandar dan lepas di fasilitas SPM, layanan operasional di New Jetty 6A, hingga pemeriksaan dan perawatan rutin infrastruktur.
Direktur Utama KPB Bambang Harimurti mengatakan kerja sama tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan layanan operasional kilang yang tengah memasuki fase awal pengoperasian Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.
“Kilang Pertamina Balikpapan sangat terbantu atas layanan yang diberikan oleh PTK selama ini. Sinergi ini diharapkan dapat berlanjut ke tahap selanjutnya sehingga menghasilkan service continuity dan kerja sama yang semakin harmonis,” kata Bambang dalam keterangannya, Senin (15/6/2026).
VP Legal & Relation PT KPB Asep Sulaeman menjelaskan bahwa kerja sama tersebut merupakan langkah strategis untuk memastikan kesiapan infrastruktur maritim dalam mendukung operasional kilang yang semakin meningkat seiring progres RDMP Balikpapan.
“Sinergi antara KPB dan PTK menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh infrastruktur pendukung operasional kilang dapat berjalan aman, andal, dan berkelanjutan. Kolaborasi ini juga mendukung kelancaran rantai pasok minyak mentah maupun distribusi produk hasil kilang sehingga mampu memberikan kontribusi bagi ketahanan energi nasional,” ujar Asep.
Menurut Asep, salah satu aset strategis yang akan menjadi fokus dukungan operasional adalah fasilitas SPM berkapasitas 320.000 DWT di Lawe-Lawe yang dirancang untuk melayani kapal tanker berukuran besar pengangkut minyak mentah.
Minyak mentah yang diterima melalui fasilitas tersebut selanjutnya dialirkan melalui jaringan pipa menuju Terminal Crude Lawe-Lawe sebagai pasokan bahan baku bagi Kilang Balikpapan.
Sementara itu, Plt Direktur Utama PTK Eko Cahyadi mengatakan pihaknya siap memberikan layanan kepelabuhanan dan marine dalam jangka panjang guna mendukung proses sandar kapal hingga pengaliran minyak mentah secara lebih efektif dan efisien.
Menurut Eko, sinergi antarperusahaan di lingkungan Pertamina Group tersebut memiliki peran penting dalam menjaga keandalan rantai pasok operasional kilang sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
“Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang integrated marine logistics, PTK siap menghadirkan layanan kepelabuhanan, marine, dan konstruksi yang mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan kerja yang maksimal, operational reliability, serta efisiensi operasional,” kata Eko.
Dengan dukungan pengelolaan infrastruktur maritim yang terintegrasi, KPB dan PTK optimistis operasional Kilang Balikpapan dapat berjalan lebih andal serta mampu mendukung peningkatan kapasitas pengolahan energi nasional di masa mendatang.
BACA JUGA
