Aksi Cepat Tim Security PHM Selamatkan Warga Tenggelam di Mahakam
KUTAI KARTANEGARA, Gerbangkaltim.com – Aksi tanggap darurat kembali ditunjukkan oleh personel keamanan sektor hulu migas di wilayah Kalimantan Timur. Tim Security PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) berhasil menyelamatkan seorang warga yang tenggelam akibat kecelakaan kapal di kawasan perairan TM-28 area GTS-4, Kutai Lama, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Insiden tersebut bermula ketika korban berlayar seorang diri menggunakan perahu ketinting dari arah Sungai Meriam menuju Pamengkaran. Korban diketahui membawa perlengkapan logistik berupa bahan makanan serta barang kebutuhan harian lainnya. Namun, saat melintas di perairan TM-28 yang berjarak sekitar 12 kilometer dari pemukiman warga terdekat, perahu ketinting yang dikemudikannya mendadak hilang keseimbangan. Kapal kecil itu terbalik hingga karam bersama seluruh muatannya ke dasar perairan.
Melihat kondisi membahayakan tersebut, Tim Security Offshore CPU yang tengah berpatroli menggunakan armada seatruck ST. Pegasus langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Petugas dengan sigap melemparkan tali penyelamat dan menaikkan korban ke atas kapal pada pukul 15.17 WITA. Berkat kesiapsiagaan personel patroli, nyawa warga tersebut berhasil diselamatkan dan langsung dievakuasi ke area aman untuk mendapatkan penanganan lanjutan.
General Manager PHM, Muzwir Wiratama, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas keberhasilan evakuasi selamat tersebut serta memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran petugas di lapangan. Ia menegaskan bahwa kesiapan merespons situasi kritis merupakan wujud komitmen operasional yang berorientasi pada keselamatan masyarakat di sekitar wilayah kerja.
Selain itu, manajemen PHM turut mengimbau para nelayan dan warga yang beraktivitas di sepanjang perairan Mahakam untuk senantiasa memprioritaskan keselamatan berlayar. Masyarakat diminta untuk selalu memeriksa kelayakan armada perahu, memperhatikan kapasitas muatan, serta menggunakan kelengkapan keselamatan pribadi sebelum membelah jalur perairan guna mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.
Sumber: PT Pertamina Hulu Mahakam
BACA JUGA
