Amankan Pipa Migas dan Antisipasi Karhutla, PHM Edukasi Warga

PHM
Jajaran manajemen PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), BPBD Kutai Kartanegara, Muspika Muara Badak, dan elemen Masyarakat Peduli Api (MPA) berfoto bersama usai pembekalan Sosialisasi Terpadu Keamanan Pipa Migas dan Kesiapsiagaan Bencana di Muara Badak, Kamis (1/10/2026).

KUTAI KARTANEGARA, Gerbangkaltim.com – Sebagai bentuk komitmen menjaga keandalan fasilitas energi nasional sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bencana alam, PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menggelar Sosialisasi Terpadu bertajuk “Keselamatan dan Keamanan Objek Vital Nasional adalah Tanggung Jawab Kita Bersama” di Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (1/10/2026).

Kegiatan kolaboratif yang menggandeng tim Pipeline Operations Maintenance Agreement (POMA) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Kartanegara ini menyasar masyarakat dari enam desa di sekitar wilayah operasi hulu migas. Hadir dalam ajang edukasi tersebut Camat Muara Badak Hj. Nurhaeda, S.P., M.Si, Kepala Pengamanan Lapangan NPU Mayor Inf. Fritz Dwan Jacob, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kukar Opiyansyah Wardana, Kasi Pencegahan BPBD Kukar Mohd. Farid, jajaran manajemen PHM, serta perwakilan Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Masyarakat Mitra Polisi Kehutanan (MMP).

Senior Officer CRC PHM, Asih Soenarih, mengungkapkan bahwa keterlibatan masyarakat sekitar merupakan kunci utama dalam memitigasi potensi gangguan keamanan pada Objek Vital Nasional (Obvitnas) maupun penanganan dini bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Melalui ajang ini, warga diajak untuk tidak hanya berperan sebagai penerima informasi, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga keselamatan lingkungan tempat tinggal mereka.

Materi mengenai pengamanan jalur pipa migas disampaikan oleh Mayor Inf. Fritz Dwan Jacob yang menekankan pentingnya menjaga ruang bebas atau Right of Way (ROW) pada jaringan pipa POMA. Jaringan tersebut merupakan aset vital bersama yang dioperasikan oleh konsorsium perusahaan migas di Kaltim, seperti PHSS, PHKT, PT Badak LNG, Pertagas, dan mitramakmur lainnya. Pihaknya mengimbau warga agar tidak melakukan aktivitas berisiko yang dapat memicu kerusakan fisik pada pipa maupun potensi ledakan.

Sementara itu, pihak BPBD Kukar memberikan pembekalan teknis seputar mitigasi bencana karhutla dan banjir. Kabid Pencegahan BPBD Kukar Opiyansyah Wardana membeberkan bahwa tingginya kerawanan karhutla di wilayah Kukar dipicu oleh luasnya tutupan lahan gambut dan kawasan perkebunan. Untuk itu, simulasi pemadaman awal dan edukasi teknik penanganan kebakaran diberikan secara terpadu kepada kelompok MPA guna mengantisipasi dampak fenomena El Nino.

Camat Muara Badak, Hj. Nurhaeda, menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif terpadu yang digagas PHM dan BPBD. Menurutnya, pemahaman mendalam mengenai batas keamanan pipa serta mitigasi karhutla sangat krusial agar warga dapat beraktivitas secara aman, tenang, dan harmonis berdampingan dengan operasional industri hulu migas di Kecamatan Muara Badak.

Sumber: PT Pertamina Hulu Mahakam

Tinggalkan Komentar