Atasi Pemadaman, PLN Tambah Pembangkit 278 MW di Kalimantan
BALIKPAPAN, Gerbangkaltim.com – PT PLN (Persero) mengambil langkah cepat dan masif guna menuntaskan kendala krisis pasokan daya listrik yang melanda wilayah Kalimantan. Sebagai bentuk komitmen nyata memperkuat daya dukung energi, PLN resmi menyiapkan skema penambahan kapasitas pembangkit sewa dengan total daya mencapai 278 Megawatt (MW) yang disuntikkan secara bertahap ke dalam Sistem Interkoneksi Kalimantan.
Upaya percepatan pemulihan ini ditempuh di tengah penanganan intensif terhadap sejumlah unit pembangkit eksisting yang sedang mengalami gangguan teknis maupun menjalani proses perawatan rutin. PLN memastikan seluruh langkah pemulihan dilakukan secara paralel demi menjamin keandalan aliran listrik bagi masyarakat, pelaku usaha, hingga fasilitas publik di Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan wilayah Kalimantan lainnya.
Progres penting telah dicapai dalam tahap awal ini, di mana tambahan kapasitas daya sebesar 30 MW telah resmi beroperasi dan memperkuat sistem. Tambahan daya tersebut dipasok dari pembangkit sewa Trisakti berkapasitas 20 MW dan pembangkit sewa Batulicin sebesar 10 MW.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra), Muchamad Chaliq Fadli, menegaskan bahwa penanganan defisit daya kelistrikan dilakukan dari berbagai lini secara agresif dan terukur.
“Pemulihan kelistrikan Kalimantan terus kami dorong melalui sejumlah langkah yang berjalan bersamaan. Kami tidak hanya fokus pada penanganan pembangkit yang mengalami gangguan maupun pemeliharaan, tetapi juga mempercepat penambahan kapasitas baru. Saat ini, tambahan 30 MW di Trisakti dan Batulicin telah beroperasi, sementara tahapan penambahan berikutnya terus kami persiapkan,” tegas Chaliq di Balikpapan, Jumat (9/10/2026).
Guna mengawal keberlanjutan pemulihan daya, dua unit pembangkit sewa tambahan berkapasitas 30 MW di Batulicin saat ini berada dalam proses pengiriman. Unit ini ditargetkan memasuki tahap komisioning (testing and commissioning) serta beroperasi penuh pada minggu keempat Oktober 2026.
Lebih lanjut, PLN telah merancang roadmap penguatan sistem daya melalui dua fase utama. Pada Tahap I, penambahan daya sebesar 158 MW diproyeksikan rampung secara bertahap sepanjang November hingga Desember 2026. Sementara Tahap II sebesar 120 MW ditargetkan tuntas beroperasi pada akhir Desember 2026, sehingga total amunisi baru sistem kelistrikan genap menyentuh angka 278 MW.
PLN UID Kaltimra turut menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh pelanggan di sektor rumah tangga maupun industri atas ketidaknyamanan akibat dinamika pemulihan pasokan listrik ini. Manajemen menegaskan komitmen penuh seluruh jajaran teknisi di lapangan yang bekerja tanpa henti demi mewujudkan keandalan dan stabilitas sistem kelistrikan di bumi Kalimantan.
Sumber: PLN UID Kaltimra
BACA JUGA
