Balikpapan Catat Pertumbuhan Ekonomi 10,11 Persen, Raih Apresiasi Tata Kelola Ekonomi

Pemkot Balikpapan
Wali Kota Balikpapan, Dr H Rahmad Mas’ud, SE., ME.,

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 10,11 persen, melampaui rata-rata nasional. Capaian ini dinilai tidak hanya mencerminkan kinerja ekonomi, tetapi juga keberhasilan menjaga stabilitas daerah melalui kolaborasi lintas sektor.

Wali Kota Balikpapan, Dr H Rahmad Mas’ud, SE., ME., menegaskan, pertumbuhan tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha dalam menciptakan iklim yang aman dan kondusif bagi investasi.

“Pertumbuhan ekonomi ini bukan sekadar angka. Ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi yang kuat dan stabilitas daerah mampu meningkatkan kepercayaan dunia usaha,” ujar Rahmad dalam kegiatan pemerintahan umum dan diskusi kebangsaan di kawasan Manggar, Rabu (29/4/2026).

Menurut dia, faktor keamanan dan kenyamanan menjadi pertimbangan utama investor dalam menentukan lokasi bisnis. Oleh karena itu, menjaga stabilitas sosial menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

“Kalau daerah aman dan kondusif, investor tidak ragu masuk. Dampaknya jelas, lapangan kerja terbuka dan ekonomi masyarakat ikut meningkat,” katanya.

Selain itu, Rahmad menilai keberagaman masyarakat Balikpapan menjadi kekuatan utama dalam menjaga harmoni sosial. Kota ini dihuni berbagai latar belakang suku, agama, dan budaya yang hidup berdampingan secara toleran.

“Keberagaman adalah kekuatan kita. Selama toleransi dan saling menghormati dijaga, maka kehidupan sosial dan ekonomi akan berjalan harmonis,” ujarnya.

Pertumbuhan ekonomi Balikpapan juga ditopang sektor pariwisata, khususnya wisata berbasis lingkungan seperti kawasan mangrove. Pemerintah kota terus mendorong pengembangan sektor ini karena dinilai mampu meningkatkan pendapatan asli daerah sekaligus menyerap tenaga kerja.

“Pariwisata memiliki efek berganda. Ketika berkembang, pendapatan daerah naik, masyarakat sejahtera, dan angka kemiskinan bisa ditekan,” ucap Rahmad.

Seiring capaian tersebut, Kota Balikpapan akhirnya menerima penghargaan National Governance Awards (NGA) 2026 dalam kategori Economic Growth atau Pertumbuhan Ekonomi dari Metro Tv dalam rangka Hari Otonomi Daerah Ke 30.

Pengakuan ini diberikan kepada daerah yang mampu menjaga pertumbuhan tinggi dengan pengelolaan yang transparan, inklusif, dan berkelanjutan.

Rahmad menyebut, penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan, terutama dalam menghadapi peran strategis Balikpapan sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Kami tidak ingin cepat puas. Justru ini menjadi dorongan untuk memperbaiki tata kelola ekonomi agar lebih inklusif dan berkelanjutan,” katanya.

Ia berharap, kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dunia usaha, dan masyarakat dapat terus ditingkatkan guna mempertahankan pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat daya saing Balikpapan di tingkat nasional. (HP/Adv Kominfo Balikpapan).

Tinggalkan Komentar